Berita Dunia Islam Terdepan

Mengejar dompet yang dicolong monyet, seorang jamaah haji Turki jatuh dari Jabal Nur

Jabal Nur
16

MAKKAH (Arrahmah.com) – Seorang jamaah haji Turki meninggal pada Senin (7/9/2015) setelah jatuh dari Jabal Nur yang terletak di dekat Makkah saat mengejar monyet yang membawa lari tas kecilnya, sebagaimana dilansir oleh Al Bawaba.

Pria, yang diyakini berusia 40 tahun, telah turun gunung bersama dengan sesama peziarah Turki untuk mengunjungi Gua Hira yang terkenal itu, salah satu tempat wisata paling populer di Makkah, ketika seekor primata menyambar tasnya.

Pria itu mencoba mengejar monyet itu dan meninggalkan teman-temannya. Teman-temanya mulai menunggu beberapa lama dan mulai curiga. Setelah pria itu tidak juga muncul, mereka kemudian melaporkan kepada polisi.

Polisi menanggapi dengan sigap laporan tersebut. Operasi pencarian pun diluncurkan oleh pasukan pertahanan sipil di sekitar gunung itu. Menjelang subuh pria itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Ia dibawa ke Rumah Sakit Raja Faisal dan penyelidikan pun diluncurkan atas kematian pria itu.

Nayef al-Sharleef, juru bicara pertahanan sipil di Makkah, membenarkan insiden tragis tersebut.

“Kami menerima telepon pada hari Senin yang melaporkan bahwa seseorang hilang di Jabal Nur,” kata al-Sharleef.

“Tim khusus yang terdiri dari perwira dan prajurit segera dikirim ke daerah itu dan menyusul pencarian. Dan tubuh tak bernyawa dari seorang pria berusia 40 tahun itu ditemukan,” katanya.

Gua Hira sering menjadi daftar tempat yang ‘wajib’ dikunjungi oleh para jamaah haji dan wisatawan yang tertarik untuk mengetahui rincian lebih lanjut tentang sejarah masa awal Islam.

Gua Hira adalah gua di mana Nabi Muhammad (saw) menghabiskan banyak waktu untuk menyendiri dan tempat di mana beliau menerima wahyu pertama.

Beberapa komentator media sosial telah mengusulkan untuk membuat tangga atau lorong yang dipastikan lebih aman untuk membantu wisatawan.

Namun, kaum tradisionalis dengan tegas menolak usulan itu, dan bersikeras bahwa orang-orang seharusnya tidak diperbolehkan untuk melihat gua atau mendaki gunung karena itu juga bukan bagian dari kewajiban agama atau tradisi asli Islam.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...