Berita Dunia Islam Terdepan

Rusia kerahkan pasukan darat untuk dukung rezim Suriah

Televisi Suriah mengklaim bahwa pasukan darat Rusia sokong pasukan rezim Assad.
6

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Pasukan Rusia sekarang berperang bersama dengan pasukan pro-Assad di Suriah, menurut televisi negara itu, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Jum’at (4/9/2015).

Dalam rekaman video terlihat pasukan dan kendaraan lapis baja Rusia sedang berperang bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad di Latakia.

Mereka yang telah menyaksikan video itu dapat mendengar bahasa Rusia yang diucapkan oleh pasukan itu dalam rekaman.

Indikasi lebih lanjut dari keberadaan pasukan darat Rusia juga dirilis di akun Twitter yang terkait dengan Jabhah Nusra, yang menerbitkan gambar dari apa yang tampaknya merupakan pesawat dan drone Rusia yang sedang terbang di atas Idlib.

Sebuah blog pelayaran juga menyatakan bahwa kapal angkatan laut Rusia difoto sedang menuju ke selatan melalui selat Bosphorus dengan membawa sejumlah besar peralatan militer, menurut media sosial dan blog pelayaran itu.

Meskipun penasihat militer Rusia diduga telah berada di Suriah selama berbulan-bulan, namun bila rekaman ini dikonfirmasi, ini akan menjadi bukti pertama keberadaan pasukan Rusia yang bertempur di garis depan.

Hal ini juga memungkinkan bahwa pasukan Rusia yang terlihat dalam tayangan televisi negara itu bisa saja adalah kontraktor militer, sehingga menempatkan beberapa jarak antara mereka dan Kremlin.

Seorang aktivis dari kelompok pejuang Suriah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada The Times: “Rusia telah ada di Suriah sejak lama.”

“Ada banyak sekali pejabat Rusia yang datang ke Slunfeh dalam beberapa pekan terakhir. Kami tidak tahu berapa banyak tapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa telah ada pengerahan bala bantuan Rusia.”

Rusia juga menunda peluncuran penyelidikan internasional yang bertujuan untuk menetapkan kesalahan atas adanya serangan senjata kimia di Suriah, ungkap diplomat Dewan Keamanan PBB, meskipun utusan PBB Moskow mengatakan bahwa penundaan itu karena alasan teknis.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...