Berita Dunia Islam Terdepan

GIDI ajukan tiga tuntutan, Idul Adha di Tolikara terancam

Masjid Baitul Muttaqin, puluhan kios dan rumah warga Muslim di Karubaga, Tolokara Papua dibakar teroris Kristen dai Gereja Injili Di Indoneisa (GIDI) Jumat, 1 Syawal 1436 H
2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Komite Umat untuk Tolikara (Komat), Ustaz Bachtiar Nasir membenarkan, ada pertemuan antara Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Muslim Tolikara. Dalam pertemuan tersebut, GIDI mengajukan tuntutan.

”GIDI menuntut tiga hal dalam pertemuan tersebut,” kata Ustaz Bachtiar Nasir, dikutip dari Republika.co.id, Ahad (6/9).

Pertama, GIDI menuntut agar dua tersangka kerusuhan Tolikara dibebaskan. Kedua, mereka meminta agar kasus Tolikara diselesaikan secara hukum adat. Sedangkan ketiga, GIDI minta tak dikaitkan dengan separatis.

Namun, ujar Bachtiar, Menko Polhukam menolak permintaan GIDI untuk membebaskan tersangka kerusuhan. Selain itu, permintaan GIDI yang kedua juga ditolak.

Menurutnya, tak bisa hukum adat digunakan untuk mengadili dua tersangka kerusuhan Tolikara. Sebab, hukum adat tak bisa dijadikan hukum negara. Sementara Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikmbo, tidak bisa dihubungi saat coba dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut.

GIDI mengancam kalau tak dibebaskan, terang Bachtiar, shalat Idul Adha tak bisa dijamin bisa dilaksanakan di Tolikara. Namun, ujar dia, Menko Polhukam menolak permintaan GIDI. Tersangka tetap harus dihukum sesuai dengan aturan hukum di Indonesia. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...