Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Asy-Syabaab ambil alih kontrol dua kota di barat daya Somalia

Pasukan Uni Afrika asal Uganda mengangkat peti jenazah rekan mereka yang tewas dalam serangan di basis militer oleh Asy-Syabaab. (Foto: Reuters)
7

SHABELLE (Arrahmah.com) – Mujahidin Asy-Syabaab Somalia telah menguasai dua kota dalam dua hari di wilayah barat daya Somalia. Pejabat boneka Somalia dan pihak Mujahidin telah mengonfirmasi laporan tersebut.

Hal ini terjadi selang beberapa hari setelah Mujahidin menyerang basis militer pasukan Uni Afrika di wilayah yang sama.

Seorang juru bicara Asy-Syabaab mengatakan kepada Reuters bahwa kelompoknya telah menguasai dua kota kecil di wilayah Shabelle Bawah, El Salinindi yang berlokasi sekitar 65 km dari selatan Mogadishu dan merupakan jalur menuju kota pelabuhan Marka, serta kota Kuntuwarey yang berlokasi di jalan raya antara ibukota dan pelabuhan Barawe.

Ali Nur, gubernur Shabelle Bawah dari pemerintahan lemah Somalia yang berpusat di Mogadishu, mengonfirmasi bahwa kota-kota tersebut telah dikuasai Asy-Syabaab.

“Sangat menyedihkan untuk mengatakan Asy-Syabaab telah mengambil El Saliindi (5/9/2015). Pasukan Uni Afrika mundur dan Asy-Syabaab kini mengontrol kota itu,” ujar Nur yang menambahkan bahwa Kuntuwarey juga telah dikuasai sehari sebelumnya pada Jum’at (4/9), seperti dilansir Al Jazeera.

Di hari yang sama (5/9), Mujahidin Asy-Syabaab juga meyerang konvoy Uni Afrika di luar Marka, mengatakan bahwa mereka membunuh beberapa tentara dalam serangan itu. Namun jumlah korban tewas belum bisa dipastikan.

“Sebuah ledakan bom pinggir jalan menargetkan kendaraan Uni Afrika saat konvoy Uni Afrika melintasi pinggiran Marka hari ini. Kami tidak mengetahui rincian mengenai korban,” lanjut Nur.

Pada tahun 2011, sebagai bagian dari taktik militer, Mujahidin Asy-Syabaab mundur dari ibukota Somalia, Mogadishu. Sejak saat itu mereka melancarkan serangan gerilya menargetkan pasukan pendudukan Uni Afrika dan pasukan boneka Somalia. Asy-Syabaab menyatakan bahwa perjuangan mereka bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan lemah Somalia dan mendirikan negara berdasarkan Syariah Islam. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...