Puluhan pengungsi ditemukan tewas membusuk di dalam truk di Austria

Petugas forensik bekerja di sebuah truk dimana ditemukan sejumlah besar migran tewas membusuk di jalan bebas hambatan di dekat Neusiedl am See, Austria, pada Kamis (27/8/2015). (Foto: AFP).
12

WINA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 20 mayat pengungsi ditemukan membusuk di sebuah truk di Austria pada Kamis (27/8/2015), sebagaimana dilansir oleh Al Bawaba.

Truk itu ditemukan di jalan utama dekat perbatasan negara itu dengan Hungaria, di provinsi timur Burgenland. Polisi Austria yakin truk itu telah berada di sana sejak Rabu (26/8) tapi tidak ada yang menemukan sampai awal Kamis pagi (27/8).

Polisi itu juga menambahkan bahwa mayat-mayat itu sudah mulai membusuk. Dilihat dari ukuran truk, sebanyak 50 mayat bisa ditampung di dalamnya.

Hal ini tidak jelas bagaimana orang-orang dalam truk itu bisa tewas.

Menteri Dalam Negeri Austria Johanna Mikl-Leitner mengatakan bahwa mayat-mayat mewakili “hari yang kelam” dan dia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

Lebih dari 28.300 orang telah mencari suaka di Austria pada paruh pertama tahun 2015, banyak dari mereka yang berasal dari Suriah.

Berita ini muncul saat puluhan ribu migran dari negara-negara yang dilanda perang di Timur Tengah dan Afrika sedang berusaha untuk bermigrasi ke Uni Eropa. Banyak dari migran itu mencoba mencapai Eropa melalui jalur Balkan.

Selain itu, Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu dengan para pemimpin dari Makedonia, Serbia dan negara-negara Balkan lainnya di Wina pada Kamis (27/8) untuk membahas metode untuk menangani krisis migran yang mempengaruhi Eropa.

Pemimpin dari kedua negara tersebut telah berupaya mencari solusi masalah imigrasi yang akan dikembangkan oleh seluruh negara Uni Eropa.

Hungaria terus menjadi titik masuk utama ke Uni Eropa bagi para imigran, dengan jumlah harian orang yang datang mencapai rekor baru sebanyak 3.000 pada Rabu (26/8), termasuk 700 anak.

Dewan Hungaria akan bertemu pekan depan untuk memutuskan apakah akan menggunakan pasukan militer untuk menghalangi aliran imigran ke negara itu.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.