Sudah kebanjiran, Muslim Rohingya juga diblokade

56

Support Us

RAKHINE (Arrahmah.com) – Rohingya yang berada di salah satu wilayah yang terkena dampak terburuk dari banjir yang melanda beberapa wilayah Myanmar telah diblokade dan dilarang keluar dari lingkungan mereka, sebagaimana dilansir oleh Burma Times, Kamis (27/8/2015).

Akibat dari blokade yang dikenakan oleh pasukan keamanan Rakhine, Rohingya di Mamra terputus dari pasokan kebutuhan pokok dan kebutuhan penting lainnya.

Sudah ada tiga anak bayi yang meninggal karena orang tua mereka dilarang meninggalkan daerah itu untuk mendapatkan pengobatan dokter atau pergi ke organisasi bantuan. Klinik utama tidak memberikan pengobatan untuk Muslim Rohingya.

Bayi yang meninggal itu telah diidentifikasi bernama Noor Hashim, (2,5), Anisa Bibi, (2), dan Ismat Ara Begum, (2,5). Menurut Ismail, ayah dari Ismat, pihak berwenang mengatakan kepada mereka bahwa mereka hanya akan diizinkan pergi ke dokter jika mereka membayar uang sebesar 350.000 kyat. Dan mereka tidak memiliki uang sebanyak itu.

Keluarga lain yang juga memiliki anak yang sakit telah membayar sejumlah uang dalam jumlah besar kepada BGP dan polisi untuk membiarkan mereka pergi keluar.

Berita Terkait

Penyakit mulai tersebar luas di daerahitu saat banjir mulai surut, yang membuat hidup mereka semakin sengsara, terutama anak-anak bayi.

Blokade itu juga membuat mereka susah mendapatkan penghasilan. Banyak Rohingya yang berada di ambang kelaparan karena pihak berwenang melarang melarang kaum pria pergi keluar dari daerah itu untuk bekerja.

Jika mereka ingin pergi ke luar dari daerah itu, mereka harus membayar uang dalam jumlah besar sebagai sogokan. Menurut Ibrahim , (42), dari Mamra yang saat ini bekerja sebagai buruh harian di Mrauk U mengatakan, “Aku harus membayar 150.000 kyat sebagai jaminan kepada BGP agar bisa lewat. Berapa banyak lagi yang harus saya hasilkan? Anda tahu kan berapa banyak penghasilan sebagai buruh?”

Di saat banyak pria yang berhasil membayar pihak berwenang, tetapi banyak juga diantara mereka yang harus menderita kelaparan karena mereka tidak mampu pergi keluar untuk bekerja.

Segera setelah banjir, seperti banyak di daerah lain, lembaga donor internasional segera memberikan beberapa bantuan untuk korban banjir di wilayah Mamra, tapi itu belum bisa menjadi solusi permanen. Pemerintah telah membatasi banyak akses bantuan untuk rakyat Rohingya yang terkena dampak banjir.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Militer Turki hujani Raqqa dengan serangan mematikan

RAQQA (Arrahmah.com) - Tentara Turki dan kelompok militan sekutunya meningkatkan serangan mereka di provinsi Al-Raqqa pada Ahad malam (29/11/2020), di tengah laporan bahwa Ankara berusaha meluncurkan operasi baru melawan Pasukan Demokrat…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Pejabat Zionis: Dunia harus berterima kasih pada "Israel" atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang pejabat "Israel" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada hari Sabtu (28/11/2020) bahwa dunia harus berterima kasih kepada negaranya atas pembunuhan sosok yang diduga dalang…

Iklan