Setelah serangan mematikan di Douma oleh rezim Nushairiyah, kelompok ham mendesak diberlakukan embargo senjata

Aktivis Suriah berusaha mengidentifikasi korban serangan udara pengecut oleh rezim Nushairiyah di Douma. (Foto: Reuters)
20

DAMASKUS (Arrahmah.com)Human Rights Watch (HRW) pada Kamis (20/8/2015) mendesak PBB untuk memaksakan embargo senjata terhadap rezim Suriah setelah serangan udara mematikan di sebuah kota yang dikuasi oleh pejuang Suriah yang membunuh lebih dari 100 orang.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York ini mengatakan serangan pada Ahad (16/8) di Douma, pinggiran Damaskus, menunjukkan bahwa “pemerintah” Suriah mengabaikan warga sipilnya.

Rangkaian serangan udara di kota-kota di wilayah Ghautah timur kebanyakan membunuh warga sipil dengan beberapa serangan menghantam pasar yang ramai.

“Pembantaian terbaru ini adalah pengingat lainnya dari kebutuhan mendesak untuk Dewan Keamanan bertindak atas resolusi sebelumnya dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan serangan tanpa pandang bulu,” ujar Direktur HRW perwakilan Timur Tengah, Nadim Houry, seperti dilansir AFP.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris menyebutkan korban serangan tersebut berjumlah 96 orang namun HRW melaporkan 112 kematian.

Serangan itu merupakan salah satu serangan mematikan dalam perang Suriah yang dimulai pada Maret 2011. Terjadi hampir dua tahun setelah serangan senjata kimia di Ghautah Timur yang membunuh lebih dari 1.400 orang.

Douma, sebagai benteng pejuang Suriah di wilayah Ghautah Timur, secara teratur menjadi target serangan udara pengecut oleh rezim Nushairiyah. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.