ISIS menarget mati Mujahidin buronan AS di Libya

Wanted dead: Syaikh Hisyam Ashmawi
44

LIBYA (Arrahmah.com) – Pasukan Daulah Al-Baghdadi atau biasa disebut ISIS cabang Libya telah merilis puluhan poster yang disebar secara online dalam beberapa pekan terakhir. Gambar dalam poster tersebut secara lancang menunjukkan bahwa para mujahidin yang foto dan namanya tercantum dalam poster itu adalah para musuh “khalifah” dan didaftarkan untuk diburu dan dibunuh. Benar, target buruan pasukan Daulah itu adalah para tokoh gerakan jihad dan para ulama yang menentang ekspansi Jamaah Daulah di Afrika Utara, sebagaimana dilansir Muqawamah dari LWJ, Rabu (19/8/2015).

Mayoritas Mujahidin yang nama dan fotonya tercantum dalam poster-poster Daftar Bunuh yang disebarkan oleh ISIS tersebut adalah para Mujahid yang tergabung dalam Majelis Syura Mujahidin di Derna (MSMD), Libya. Sebagaimana di ketahui, bahwa pada bulan Juni, cabang Daulah Al-Baghdadi di Libya menculik, memerangi dan membantai para Mujahidin MSMD, dua pemimpin Majelis Syura Mujahidin Derna syahid dalam serangan ISIS/Daulah Al-Baghdadi tersebut. Hal ini memicu tindakan bela diri MSMD / Majelis Syura Mujahidin Derna yang merupakan koalisi dari beberapa kelompok jihad, termasuk Brigade Asy Syahid Abu Salim, untuk bertindak tegas menolak serangan ISIS, mengusir ISIS keluar dari kota Derna dan menentang agenda-agenda “khalifah palsu” di kota Derna.

Salah satu Mujahidin senior yang ditarget mati oleh pasukan Daulah Al-Baghdadi adalah syaikh Hisham Asymawi, yang sejak lama menjadi buronan Amerika dan aparat Thoghut Mesir dan Amerika Serikat atas serangkaian aksi jihad, di dalam dan di luar Libya. Asymawi memimpin sebuah kelompok yang disebut Al Murabithun, yang secara terbuka bersumpah setia kepada al Qaeda.

Majelis Syura Mujahidin Derna (MSMD yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, berhasil melancarkan pukulan berturut-turut terhadap posisi-posisi Daulah Al-Baghdadi di seluruh penjuru kota Derna, pada hari-hari dan minggu-minggu berikutnya pecahlah pertempuran sengit antara kaum Muslimin Derna bersama Majelis Syura Mujahidin Derna (MSMD) melawan pasukan Daulah Khawarij Al-Baghdadi cabang Libya.

Daulah Al-Baghdadi menghadapi kenyataan bahwa pertempuran itu bukanlah even yang mudah untuk dimenangkan, mereka sendiri terusir dari Libya, meski demikian mereka begitu berani menampilkan kampanye seolah-olah mereka telah mengendalikan Derna, tapi kenyataannya itu tidak benar. MSMD dan kaum Muslimin Derna tetap memiliki pengaruh sangat kuat di Derna dan bahkan mengambil alih sejumlah benteng milik Jamaah Daulah di kota tersebut, adapun pertempuran yang terjadi saat ini lebih banyak meletus di pinggiran kota.

Kampanye “Target Mati” yang disebarluaskan oleh Daulah Al-Baghdadi ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mendapatkan kembali momentum dalam konflik ini. Beberapa tokoh kunci Mujahidin Libya telah ditargetkan. Setiap kali seseorang tewas, para pendukung Daulah Al-Baghdadi segera merilis versi baru dari poster-poster garget mati mereka, mengubah format dan warna untuk menandakan bawa “target buruan mereka telah terbunuh.” Demikianlah sikap mereka terhadap para Mujahid Senior.

Salah satu dari poster yang dirilis awal bulan ini menunjukkan foto syaikh Abu Bakar Ghrabil, yang digambarkan sebagai salah satu pemimpin Jamaah Islamiyah Al Muqatilah Libya di Derna dan tokoh kunci dalam Majelis Syura Mujahidin di Derna Libya, yang berarti disebut oleh Jamaah Khawarij Al-Baghdadi sebagai “Dewan Shohawat Murtad”. Syaikh Abu Bakar Ghrabil juga diketahui membangun komunikasi secara teratur dengan Jamaah Islamiyah Al-Muqatilah di Tripoli dan Majelis Syura Fajr Islam Libya (“Libya Dawn”) yang sebelumnya sempat masuk ke dalam parlemen Libya paska jatuhnya Muammar Qaddhafi, namun segera bertaubat dan mengambil jalan jihad fi sabilillaah.

Wanted dead: Abu Bakr Ghrabil
Wanted dead by ISIS: Syaikh Abu Bakr Ghrabil

Salah satu tuduhan yang dicantumkan dalam poster yang menjadikan syaikh Abu Bakar Ghrabil sebagai Target Mati pasukan Daulah, adalah karena saudara kandung beliau bergabung dengan Jabhah Al Nusrah di Suriah. Jabhah Nushrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di negeri Syam, dianggap sebagai musuh bebuyutan Daulah Al-Baghdadi.

Pada tanggal 9 Agustus kemarin, tersiar kabar bahwa syaikh Abu Bakar Ghrabil syahid dalam sebuah pertempuran melawan pasukan Daulah Al-Baghdadi. Dalam pertempuran tersebut Daulah Al-Baghdadi terusir dari sejumlah desa di pinghiran Derna. Untuk menutupi rasa malu karena kekalahan dalam pertempuran tersebut, Pendukung Daulah Khawarij ini merayakan terbunuhnya syaikh Ghrabil, dwngan menampilkan poster dalam warna dan judul yang berbeda

Daulah Khawarij ini sangat senang ketika syaikh Abu Bakar Ghrabil syahid. Karena ia merupakan seorangbkomandan yang heroik di mata para Mujahidin.
Intelijen Amerika Sangat Terbantu Program ISIS yang men”Target Mati” Mujahidin
Dalam perspektif intelijen, poster-poster “Target Mati” yang menargetkan para Mujahidin senior di Libya ini, terbukti menjadi data sangat berharga bagi Amerika dan otoritas internasional sehingga tidak perlu berusaha keras untuk melacak mujahidin Al-Qaeda yang berafiliasi di Libya.

Misalnya, salah satu Mujahidin senior yang tercantum dalam poster “Target Mati” Daulah adalah syaikh Hisyam Ali Asymawi, mantan perwira pasukan khusus Mesir yang memimpin kelompok bernama Al Murabithun.

Wanted dead: Syaikh Hisyam Ashmawi
Wanted dead by ISIS: Syaikh Hisyam Ashmawi

Pada akhir Juli, Al Murabithun merilis video pertama yang menampilkan syaikh Asymawi (juga dikenal sebagai syaikh Abu Umar al Muhajir al Mishri). Video tersebut memperjelas posisi Abu Umar al Mishri, yang dikabarkan memisahkan diri dari Ansar Baitul Maqdis (ABM). Karena beliau memilih untuk tetap setia kepada syaikh Aiman al Zawahiri, pada saat kepemimpinan Anshar Baitul Maqdis yang bermarkas di Sinai bersumpah setia kepada Abu Bakr al Baghdadi tahun lalu, meski sebagian besar anggota kelompok ini, khususnya yang berada di sisi Sungai Nil dan perkotaan Mesir tetap setia kepada al-Qaeda.

Para pejabat Mesir menyatakan bahwa syaikh Ali Asymawi telah terlibat dalam serangkaian pembunuhan, termasuk pemboman mobil yang menewaskan kepala jaksa Mesir pada bulan Juni.

Poster target mati yang disebarkan oleh Daulah Al-Baghdadi ini, menunjukkan bahwa syaikh Ali Asymawi berjuang bersama MSMD di Derna.

Salah satu daftar Target Mati yang disebarkan dan diincar oleh ISIS/Daulah Al-Baghdadi adalah syaikh Abu Musa al Sudani (ditampilkan di sebelah kanan), beliau dikenal sebagai pria asal Mesir anggota Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM). Beliau telah lama menjadi buruan Amerika, sebutan “al Sudani,” merujuk ketika beliau berada di Sudan menemani syaikh Usamah bin Ladin sebelum Al-Qaeda kembali ke Afghanistan dan berbaiat kepada Mulla Umar rahimahullaah.

Wanted dead by ISIS: Syaikh Abu Musab Al Sudani
Wanted dead by ISIS: Syaikh Abu Musab Al Sudani

Daulah Al-Baghdadi benar-benar bermimpi untuk bisa membunuh beliau karena selain telah menganggap beliau murtad, beliau adalah Ahli Penembak Mortir, dan penanggung jawab unit mortir Majelis Syura Mujahidin Derna Libya.

Dan banyak lagi para Mujahidin yang menjadi sasaran Target Mati oleh Daulah Khawarij Al-Baghdadi, termasuk syaikh Abu al Bara al Azdi, mujahidin Al-Qaeda asal Saudi yang merupakan anggota Majelis Syura Jamaah Ansar al Syariah, sebuah kelompok al Qaeda di Libya. Meski diakui bahwa Daulah Baghdadiyahntelah berhasil menggerogoti sejumlah anggota Jamaah Ansharu Syariah Libya, namun pada kenyataaanya Jamaah Ansharu Syariah secara keseluruhan tidak mau bergabung dengan Daulah Baghdadi ini.

Wanted dead by ISIS: Syaikh abul Bara Al Azdi
Wanted dead by ISIS: Syaikh abul Bara Al Azdi

Poster Target Mati itu mengatakan bahwa syaikh Abul Bara Al-Azdi sekarang menjabat sebagai anggota Majelis Syura “Dewan Shohawat Murtad Derna” sebutan ISIS ketika menyebut Majelis Syura Mujahidin Derna. Jamaah Daulah Al-Baghdadi juga secara lancang menargetkan istri beliau, yang ikut menerangkan kesesatan Tanzhim Daulah ini dan menjelaskan bahwa Baiat keKhalifahan kepada Baghdadi adalah batil.

Dengan demikian, Amerika benar-benar tertolong dengan selebaran “Target Mati” yang disebarkan oleh Daulah Al-Baghdadi ini, selain mampu memetakan kembali tokoh-tokoh kunci Al-Qaeda di seluruh dunia, Amerika juga tidak perlu bersusah payah untuk mengeluarkan biaya demi membunuh mereka, cukuplah mereka menggunakan tangan para khawarij ini. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.