Diancam granat, polisi biarkan bandar narkotik kabur

Granat
27

SERANG (Arrahmah.com) – Bandar narkotik semakin berani dan terang-terangan mengancam petugas, namun sikap polisi berbanding 180 derajat saat menghadapi kasus proyek “terorisme”. Polisi kurang bernyali menghadapi ancaman para bandar. Ini tergambar dari gagalnya penangkapan seorang bekas anggota TNI yang menjadi bandar narkotik di Serang.

Petugas Direktorat Narkoba Polda Banten menggrebek rumah kos-kosan Wisma Dahlia, Gang Gabus, Cinanggung, Kota Serang, Selasa (18/8) malam. Aksi penggerebekan ini atas dugaan kepemilikan narkotik jenis shabu dan ganja oleh penghuni kosan. Hanya saja, penggerebegan berlangsung tegang lantaran penghuni kos yang merupakan mantan anggota TNI, mengancam akan meledakan dengan granat tangan.

Diperoleh keterangan, penghuni kos tersebut bernama Sertu Subroto, mantan anggota TNI di Pandeglang. Broto dikenal sebagai anggota bermasalah dan kini telah disersi dari tugas sebagai anggota TNI.

Proses penggerebekan sendiri berjalan alot karena Broto mengancam petugas Polda Banten dengan meledakkan granat nanas dari dalam kamar kos-nya. Perbuatan nekat tersebut diduga karena Broto menyembunyikan narkoba dalam ukuran besar.

Kanit II Narkoba Polda Banten, AKP Kosasih mengatakan proses pengerebekan ini merupakan pengembangan dari tersangka sebelumnya. “Kita sudah dapati barang bukti berupa sedotan dan alat hisap,” terang Kosasih kepawa wartawan di lokasi kejadian.

Namun demikian proses penggerebekan ini berjalan alot karena pelaku yang mantan anggota TNI itu akan meledakkan seluruh isi kosan dengan granat nanas. “Anggota sudah di dalam, tapi karena mau ambil barang bukti yang ada di lemari, pelaku sudah memegang granat ukuran nanas dan siap menarik pen (tuas geranat),” katanya, lansir Poskotanews.

“Pelaku ngancam kalau mau mati sekalian mati bareng sambil mau ledakin granat. Makanya aparat kita tarik dulu sambil menunggu bantuan untuk melakukan penggerebekkan,” pungkasnya.

Pada saat petugas menunggu bantuan personil, pelaku mengambil kesempatan dengan melarikan diri melalui atap bangunan. Saat bantuan tiba dan menerobos masuk, ternyata buruannya sudah tidak ada di dalam kosan. Pelaku tidak diketahui kabur ke arah mana. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.