Parade Tauhid tak diwartakan televisi nasional, berikut informasi Al Quran

Bentangan bendera Laa ilaaha illa Allah Muhammadan Rasululah sepanjang 3 kilometer yang diusung peserta Parade Tauhid Indonesia, Jakarta, ahad (16/8/2015)
13

Oleh: Ustadz Abu Muhammad Jibriel

(Arrahmah.com) – Parade Tauhid sudah terlaksana dengan baik,rapi,sopan,tidak mengganggu orang-orang yang sedang mengikuti car free day, tidak ricuh, tidak anarkis bahkan boleh disebut sebagai sukses dan berjaya. Sampai hari ini tidak terdengar kaum Mislimin yang hatinya mulia mencela dan melecehkan, diantaranya ada yang mengacungkan dua jempol, menangis dan terharu. Mereka melambai tangan kanannya mengucapkan selamat kepada yang sedang berparde. Kerinduannya ingin melihat parade yang benar-benar damai dan aman tanpa caci maki dan teriakan, kaum Muslimin bersatu dibawah naungan kalimat Tauhid, hari ini terjawab sudah.

Allahu Akbar walillahilhamd.

Meskipun ada sebagian kecil kaum Muslimin yang memang menolak dan terus berusaha mencari hujjah agar acara tersebut gagal. Ada yang berkata bid’ah dan parade tauhid yang dipimpin oleh Umar dan Hamzah Radhiallahu anhuma dalilnya lemah, dan batil

Ya sudahlah. Acara itu sudah berlalu dan sudah berlangsung damai dan sukses. Ratusan ribu mata manusia sudah melihat dan menyaksikannya.Tentu ada yang tersenyum hati dan mulutnya dan sudah pasti ada yang mencibir dan marah serta membencinya, mau bilang apa.

Sedari awalnya sudah dapat diduga atau diprediksi. Ketika segala kebaikan dan kemuliaan serta kejayaan diraih dan berada ditengah kaum Muslimin pasti semua orang kafir tidak suka bahkan sangat membenci.

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai kaum Mukmin,orang-orang kafir dari golongan Yahudi dan Nashrani dan orang-orang musyrik, sangat ingin kalian tidak mendapatkan nasib baik dari Rabb kalian,akan tetapi Allah tetap menurunkan Rahmat Nya kepada hamba Nya yang dikehendaki Nya. Allahlah yang memiliki segala karunia lagi Maha besar Kekuasaan Nya.” (QS al Baqarah 2:105)

Pertanyaannya tetap ada, mengapa acara sebesar itu, semeriah itu; seindah itu, seberhasil itu, tidak diliput dan tidak ditayangkan oleh media sekuler?

Inilah jawabannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai kaum Mukmin,janganlah kalian berteman setia dengan orang selain orang beriman. Mereka orang-orang kafir itu tidak pernah memperdulikan penderitaan kalian bahkan mereka sangat suka jika kalian celaka dan bersda dalam.kesulitan. Kebencian orang-orang kepda kalian telah dinyatakan oleh mulut-mulut mereka dan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka jauh lebih kejam..” (QS Ali Imran 118)

Maha benar informasi dari Allah Ta’ala, maka cukuplah tidak usah kita bertanya mengapa dan kenapa? Dan seterusnya bagaimana?

Mari kita kaum Muslimin seluruhnya kumpulkan uang untuk membuat televisi sendiri. Jangan harapkan orang-orang kafir akan meliput kita. Apalagi acara kita berjalan dengan baik dan sukses. Mungkin inilah hikmah untuk kaum Muslimin didorong agar punya satu media penyaiaran televisi besar yang berpihak pada dakwah Islam dan jihad fi sabilillah.

Karena itu Parade Tauhid yang sudah sukses Ahad (16/8/2015), kita jadikan pelajaran dan i’tibar. Baiknya sudah jelas kelihatan umat islam berparade di bawah kalimat tauhid, para tokoh dan ulama bergandeng tangan mengucapkan kalimat tauhid, Allahu Akbar. Dan kekurangannya sudah pasti ada. Berbuatlah yang lebih baik wahai saudaraku Muslim yang belum dan tidak mau bergabung kemarin dan doakan kami yang sudah beramal sesuai dengan kemampuan kami. Sekiranya kalian tetap menyalahkanya…

Semoga Allah merahmati kita semuanya, Allah Maha luas maghfirohnya dan Maha luas pula kasih sayang dan sorga Nya. Semoga kita semua menjadi ahli surga.

Terakhir marilah kita renungkan dan amalkan Firman Allah berikut ini:

“Wahai kaum mukmin, janganlah kalian lemah semangat dalam mengejar kaum kafir. Jika kalian merasakan sakit merekapun merasakan sakit seperti kalian. Kalian mengharapkan pahala dari Allah sedangkan orang-orang kafir sama sekali tidak mengharapkan pahala dari Allah. Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana dalam menetapkan syariat perang.” (Q.S. An Nisa 4:104)

(*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.