Reaksi Ulama dunia terhadap pembantaian warga sipil oleh rezim Assad di Douma

100 warga sipil gugur akibat bom udara Assad di pasar Douma (Foto: OS)
42

DOUMA (Arrahmah.com) – Selepas pembantaian Rezim Assad terhadap kaum Muslimin di Douma. Gelombang pengecamanpun berdatangan. Dalam serangan brutal tersebut menyebabkan 130 orang syahid insyaa Allah dan melukai 300 lainnya.

Sejumlah Ulama dunia dari berbagai belahan dunia mengutuk pembantaian tersebut, sebagaimana dilaporkan Abu Zubair, relawan Misi Medis Suriah pada Senin (17/8/2015).

Diantaranya adalah Asy-Syaikh Yusuf Qarhawai hafizhahullah, pimpinan persatuan ulama dunia. Ia mengatakan bahwa, “Iran menjadi tersangka utama terhadap apa yang terjadi di Suriah. Iran yang mengirimkan milisinya untuk berperang dan meluncurkan roket-roketnya . Adapun para korban di Douma akan menjadi penyambung bagi rakyat Suriah.”

Sementara Asy-Syaikh ‘Adil Kalbany hafizhahullah mantan Imam Masjidil Haram menyatakan, “Di atas cacahan umat ini disembelih nilai kemuliaan, prinsip-prinsip hidup, dan ditelantarkan hak asasi manusia. Hati nurani manusia tidak bergerak saat yang menjadi korban kaum muslim ahlus sunnah.”

Adapun Asy-Syaikh Aidh al Qarny hafizhahullah berkata, “Ya Allah rahmatillah syuhada Douma. Dan jatuhkan segera rezim tirani assad. Tunjukkan hari kelam kepada mereka!”

Mushin Muqarrib mengutuk keras, “Karena mereka berada di Dimasyq. Dan penjahat assad pengecut di medan pertempuran lain. Yaa Allah hancurkan assad dan sekutunya.”

Seorang anak lelaki membantu memegangkan infus untuk Ayahnya yang terluka parah (Foto: MMS)
Seorang anak lelaki yang terluka membantu memegangkan infus untuk Ayahnya yang kehilangan lengannya (Foto: MMS)

Di lain pihak, Ulama Amerika Serikat, Omar Suleiman mengatakan bahwa, “Bashar Al Assad melancarkan serangan udara di sebuah pasar yang sibuk dan membunuh lebih dari 80 warga sipil. (Saya) hanya mengingatkan, sambil kita mengutuk kejahatan ISIS yang keji, jangan lupakan bahwa Bashar telah membunuh lebih dari seperempat juta warga negaranya sendiri dan terus berlanjut tanpa ada intervensi dari ‘negara adidaya’ manapun. Tidak, dia tidak melakukannya sambil ‘bergaya’ dengan memenggal korban perorangan seperti adegan di film produksi Hollywood seperti ISIS, tapi dia dengan tanpa ampun terus-menerus melampiaskan malapetaka terhadap rakyatnya tanpa tedeng aling-aling.”

Ia juga berdoa, “Semoga Allah membersamai rakyat Suriah dan mengijinkan mereka kembali melihat hari-hari yang indah. Mudah-mudahan Allah menyelamatkan mereka dari para penjajah, meberinya kedamaian, dan mengembalikan keamanan di wilayah tersebut. Aamiin.”

Seorang netizen, pemilik akun Naqid Siyasi berkata, “Saat Douma dibumihanguskan apakah kalian melihat tokoh-tokoh syiah mengecam aksi terror ini? Aku bersumpah demi Allah atas apa yang saat ini terjadi di Suriah, kaum Muslimin akan dimintai pertanggung jawaban di hari pembalasan. Diam dan sampai kapan kaum Muslimin terdiam. Jangan hanya terdiam! Mari dengan segala keterbatasan, kita meringankan beban penderitaan Ahlussunnah Suriah.”

اللهم نشكو ضعف قوتنا
لنصرة اخواننا المستضعفين في بلاد الشام، اغفر لنا يا رب

“Duhai Allah kami adukan kelemahan kami untuk menolong saudara kami yang lemah di negeri Syam. Ampuni kami duhai Rabb!” Naqid memanjatkan doa.

Dengan demikian, Misi Medis Suriah (MMS) mengajak Mukhlisin Indonesia untuk membantu Muslimin Suriah yang masih terkena malapetaka perang ideologis ini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Fan Page MMS pada link berikut.

https://web.facebook.com/pages/Misi-Medis-Suriah/803766712980018?fref=ts

Allahul Musta’an. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.