Kematian warga sipil Yaman terus meningkat tajam di tengah operasi militer koalisi pimpinan Saudi

Warga sipil menjadi korban dalam konflik di Yaman. (Foto: EPA)
11

SANA’A (Arrahmah.com) – Serangan udara oleh militer koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman yang mengklaim menargetkan militan Syiah Houtsi, telah meninggalkan ribuan kematian warga sipil, menurut laporan Amnesti Internasional.

Arab Saudi dan sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap militan Syiah Houtsi yang setia kepada mantan diktator Ali Abdullah saleh, sejak 26 Maret 2015.

Lebih dari 4.000 orang telah tewas dalam konflik, setengah dari mereka adalah warga sipil.

Dalam laporan terbaru oleh Amnesti Internasional, menyoroti tentang serangan udara koalisi selama bulan Juni dan Juli, yang menewaskan 141 orang, terutama perempuan dan anak-anak, seperti dilansir BBC pada Selasa (18/8/2015).

Laporan mengungkapkan adanya pola serangan yang menargetkan wilayah yang padat penduduk, termasuk sebuah Masjid, sekolah dan pasar. Dalam sebagian besar kasus, ada target militer bisa ditemukan di dekatnya.

“Laporan ini menggambarkan secara rinci jejak mengerikan dan berdarah, kematian dan kehancuran di Taiz dan Aden, dari serangan yang melanggar hukum yang mungkin merupakan kejahatan perang oleh semua pihak,” ujar Donatella Rovera dari Amnesti.

Dia mengatakan warga sipil harus menghindari baku tembak antara militan Houtsi dan pejuang anti-Houtsi serta serangan udara koalisi pimpinan Saudi.

Laporan tersebut juga merinci 30 serangan oleh Syiah Houtsi di kota-kota selatan Aden dan Taiz.

Mereka juga menargetkan daerah yang padat penduduk, mengabaikan keselamatan warga sipil, tambar Rovera.

Amnesti menyerukan PBB untuk membentuk komisi penyelidikan internasional untuk menyelidiki kejahatan perang di Yaman.

Milisi Syiah Houtsi menyerbu ibukota Sana’a pada September tahun lalu dan melanjutkan cengkeramannya dengan merebut sebagian besar wilayah negara.

Presiden Mansour Hadi melarikan diri ke Aden lalu menuju Riyadh, Arab Saudi, mendorong kerajaan kaya minyak untuk meluncurkan kampanye militer. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.