PSSI kecam pernyataan maksiat Menpora yang bolehkan judi

Logo PSSI
53

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pernyataan maksiat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi yang menghalalkan judi dalam pertandingan sepak bola, membuat Wakil Presiden PSSI, Hinca Pandjaitan angkat bicara. Hinca mengaku sangat kecewa, karena sosok pimpinan keolahragaan Indonesia, justru seakan memperbolehkan judi yang jelas-jelas dilarang oleh hukum di Indonesia dan agama.

Hal ini juga menurut Hinca sangat bertentangan dengan usaha yang telah dilakukan oleh PSSI dalam memberantas segala bentuk kecurangan dalam sepak bola. Karena pada tahun 2014 silam, PSSI telah menandatangani pakta integritas yang isinya melawan keras segala bentuk kecurangan berupa pengaturan skor maupun judi dalam sepak bola.

”Ini pernyataan yang sangat fatal bagi seorang Menteri. Yang seakan menyuruh orang berjudi di sepak bola tidak apa-apa,” kata Hinca, Jumat (14/8/2015), dikutip dari Sindonews.

”Sejak tahun 2014 seluruh pengurus PSSI telah menandatangi pakta integritas terhadap segala macam pengaturan skor. PSSI juga menggandeng Sportradar yang merupakan badan penyedia sistem untuk mencegah federasi olahraga, liga, maupun klub, dalam memerangi masalah pengaturan skor yang umumnya dilakoni oleh rumah-rumah judi legal ataupun ilegal,” jelas Hinca.

Sebelumnya, Kamis (13/8/2015) muncul pemberitaan yang menyebutkan Menpora tak melarang adanya aktivitas perjudian dalam pertandingan sepak bola. Hal tersebut disampaikan ketika ia hadir dalam seminar dan diskusi nasional Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Imam mengatakan mengatakan, judi dalam pertandingan sepak bola itu sebagai aktivitas lumrah. Bahkan, sudah mahfum di pertandingan-pertandingan internasional. Tapi yang tidak boleh adalah aktivitas ilegal berupa pengaturan skor atau hasil pertandingan.

”Tidak melarang judi dalam sepak bola. Tapi jangan dijadikan judi untuk mengatur skor,” demikian pernyataan Imam yang beredar di media. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.