Ribuan warga Bojonegoro apel siaga dan ikrar anti komunisme

69

Support Us

BOJONEGORO (Arrahmah.com) – Demi menolak bangkitnya komunis lewat komunisme gaya baru (KGB) warga Bojonegoro menggelar apal siaga, ikrar dan membubuhkan tanda tangan pada bendera merah putih yang dibentangkan

Diikutip dari Eksposa.com, ribuan warga Bojonegoro, Jawa Timur, berkumpul di Alun-alun Kota Bojinegoro, Rabu (12/8/2015). Mereka sengaja hadir guna mengikuti Apel Siaga Gerakan Merah Putih dan Bela Negara Kabupaten Bojonegoro 2015.

Berita Terkait

Mengambil momentum HUT RI ke 70, seluruh perwakilan elemen masyarakat yang hadir diajak untuk terus mewaspadai berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas negara. Termasuk gerakan komunis maupun separatis.

Anti komunisme menjadi tema utama dalam kegiatan yang ditandai dengan pembubuhan tandatangan di bendera sepanjang 200 meter tersebut.

“Tak hanya itu, seyogyanya di bangku sekolah juga harus kembali ditanamkan rasa cinta tanah air. Kalau dulu ada namanya wawasan nusantara,” kata Setyo Hartono, Wakil Bupati Bojonegoro

Pada kesempatan itu Setyo Hartono didaulat untuk menjadi inspektur, didampingi oleh Komandan Kodim 0813 dan Kapolres Bojonegoro.

Apel siaga ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, beberapa instasi dan beberapa perguruan silat. Ada empat perguruan silat yang ikut dalam apel ini yaitu Pagar Nusa, Setia Hati Terate, Tapak Suci, dan Margaluyu.

Kegiatan apel merah putih ini salah satunya adalah membubuhkan tanda tangan para peserta upacara ke bendera merah putih sepanjang 200 m. Kemudian ditutup dengan aksi-aksi unjuk kebolehan dari masing-masing perguruan silat yang hadir.

Tujuan dari apel ini adalah untuk mengantisipasi bangkitnya paham komunis di Indonesia.

“Tujuan dari apel merah putih untuk mengantisapasi bangkitnya paham komunis di Indonesia. Karena sudah ada indikasi munculnya komunis, terbukti dari turunnya kedisiplinan kawula muda,” ungkap Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Donova Pri Pamungkas, lansir Beritabojonegoro.com.

Tindak lanjut dari apel ini menurut Donova adalah akan masuk ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi generasi muda tentang wawasan kebangsaan, bela negara, melatih baris berbaris. Karena generasi muda sekarang jarang yang mengetahui paham komunis ataupun sejarah PKI. (azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Iklan