Gagal intai Jalur Gaza, drone "Israel" dibajak Brigade Izzuddin Al-Qassam

90

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Pada 6 Syawal 1436 H atau 22 Juli 2015 M, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam mengungkapkan bahwa pada pihaknya berhasil menguasai dan mengambil alih pesawat tanpa awak (drone) milik Zionis jenis “Skulark1”. Drone itu biasa digunakan penjajah itu untuk merekam, mengintai dan memantau wilayah Jalur Gaza dari langit.

Dengan cerdik, segera pasca pengambil-alihan, Al-Qassam kemudian melakukan pemeriksaan keamanan dan teknis. Selanjutnya pesawat tersebut dibongkar dan dipelajari sistem operasinya, lalu dirangkai kembali dan digunakan untuk melakukan misi brigade Al-Qassam.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (12/8/2015) malam, Brigade Al-Qassam mengatakan bahwa pihaknya berhasil menorehkan prestasi teknologi baru sebagai inovasi dari otak para insinyurnya. Demikian Info Palestina melaporkan pada Kamis (13/8).

Brigade Al-Qassam mengatakan, “Agar musuh (Zionis) tahun bahwa Brigade Al-Qassam senantiasa mengintainya. Bahwa Brigade Al-Qassam akan mengejutkan (Zionis) dalam setiap harinya dengan prestasi baru yang tidak terprediksikan. Di hari-hari yang akan datang (Zionis) akan mengalami hal yang lebih buruk, dengan izin Allah.”

Al-Qassam melanjutkan bahwa prestasi spektakuler para pejuangnya ini dilakukan oleh sekelompok pemuda kreatif yang cerdas. Ini adalah hadiah dari Brigade Al-Qassam kepada para pemuda Palestina. Karena itu Al-Qassam menyerukan kepada para pemuda Palestina yang kreatif untuk bergabung dengan kafilah perlawanan dan mengambil peran mereka dalam proyek pembebasan Palestina, guna mendapatkan kemuliaan yang agung ini.

Brigade Al-Qassam menjelaskan, “Prestasi baru ini adalah bukti kebesaran bangsa Palestina dan perlawanannya. Bahwa mereka mampu, dengan karunia Allah, untuk mewujudkan prestasi-prestasi meskipun dalam tekanan dan blokade, cepat atau lambat.”
Seperti apa drone “Skulark1”?
Berita Terkait

Pesawat jenis “Skulark1” merupakan jenis pesawat pengintai tanpa awak Zionis yang paling canggih. Karena seorang serdadu bisa meluncurkannya dengan mudah untuk melihat apa yang terjadi di medan pertempuran pada jarak 10 kilometer.

Pesawat yang dimiliki oleh setiap batalyon infanteri Zionis ini memiliki berat sekitar 7 kilogram saja, panjangnya sekitar satu setengah meter. Lebar sayapnya diperkirakan sepanjang tiga meter. Waktu paling lama terbang pesawat ini mencapai 3 jam pada ketinggian 40 kilometer di atas tanah. Biaya untuk membuat pesawat ini diperkirakan sekitar 50 ribu dolar untuk satu pesawat.

Dengan spesifikasi seperti itu, memungkinkan seorang prajurit infanteri membawanya di dalam tas punggungnya, kemudian merangkainya dan meluncurkannya dalam jangka waktu 10 menet untuk menghimpun informasi dan pemantauan. Pesawat ini dikendalikan dengan sistem komputer jinjing atau laptop.

Pesawat ini bisa melakukan tugas mata-mata. Pesawat ini dibekali dengan penggerak listrik yang ringan dan kemampuan independen untuk terbang, dan akurasi pemantauan yang tinggi memberikan aktifasi pesawat secara baik.

Pesawat ini bisa terbang di malam hari di atas pasukan musuh tanpa diketahui oleh pasukan musuh bahwa mereka sedang dipantau. Pesawat ini dibekali dengan peralatan elektronik yang membawa kamera yang bisa menyampaikan gambar sangat akurat selama 24 jam untuk memantau pergerakan musuh dan hambatan alam. Pesawat ini juga bisa digunakan untuk melindungi para serdadu dan memantau apa yang terjadi di sekitarnya pada jarak 10 kilometer.

Seorang prajurit juga bisa mengaktifkan pesawat ini hanya beberapa saat setelah mendapatkan pelatihan. Suara penggerak listrik untuk pesawat ini lembut sampai-sampai tidak terdengar pada jarak 10 meter.

Keistimewaan lain dari pesawat mata-mata Zionis jenis ini adalah adanya kemampuan teknologi canggih dan pesawat ini membawa satu set sensor canggih, menggabungkan antara radar tempur dengan kamera listrik optik, kamera inframerah dan laser.

Akurasi kamera ini sampai bisa menentukan “wajah orang”, hanya saja tidak bisa membedakan apakah wajah itu laki-laki atau wanita atau anak-anak. (adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Komandan IRGC dan pengawalnya tewas dalam serangan di perbatasan Suriah-Irak

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Pada Senin (30/11/2020), sumber intelijen Irak mengatakan kepada RT Arab tentang dugaan pembunuhan seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan tiga pengawalnya, di perbatasan Irak-Suriah. Sumber intelijen…

Kiai Said Aqil Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Mesir: Qatar rusak pembicaraan damai melalui dukungan untuk pemerintah Libya

KAIRO (Arrahmah.com) - Qatar merusak pembicaraan damai melalui dukungannya untuk Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata para pejabat Mesir, yang dilansir Al-Monitor. Oktober lalu, Qatar…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

Iklan