Dilanda perang, sistem pelayanan kesehatan di Yaman hampir runtuh

Mayoritas korban adalah warga sipil. (Foto: Middle East Online)
5

SANA’A (Arrahmah.com) – Dokter Tanpa Perbatasan (MSF) mengatakan pada Selasa (4/8/2015) bahwa pelayanan kesehatan di Yaman mendekati keruntuhan di mana terjadi kasus wanita hamil yang meninggal dunia karena kurangnya transportasi dan rumah sakit di bawah kepungan penembak jitu.

Terjadi kekurangan makanan, obat-obatan dan pekerja kesehatan yang akut, ujar Thierry Goffeau, koordinator MSF di kota Aden, Yaman.

“Penduduk menghadapi kekurangan pangan, sistem kesehatan dalam keadaan runtuh. Saya belum pernah melihat tingkat kekerasan seperti ini,” ujarnya dalam konferensi Pers di Paris seperti dilaporkan Middle East Online pada Selasa (4/8).

Hampir 4.000 orang telah tewas sejak koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap milisi Syiah Houtsi yang menduduki sebagian besar wilayah Yaman dan menggulingkan presiden Mansour Hadi.

Transportasi benar-benar terganggu oleh serangan udara yang hampir terjadi setiap hari, yang berarti bahwa wanita hamil yang membutuhkan operasi meninggal dunia karena mereka tidak bisa mencapai rumah sakit, ujar Laurent Sury, kepala keadaan darurat MSF.

“Sangat sulit untuk mendapatkan akses ke penduduk dan bagi penduduk ke rumah sakit sebagai akibat dari pemboman dan pertempuran,” ujarnya.

Sury mengatakan 20.000 orang telah dirawat karena cidera, di hampir setengah dari sembilan pusat kesehatan MSF.

Rumah sakit operasi darurat dan klinik trauma di kota pelabuhan Aden sendiri menerima hampir 350 pasien baru per minggu, lanjutnya.

Pasukan pro-Hadi merebut kembali Aden dari milisi Syiah Houtsi pada bulan lalu yang mengakhiri serangan udara di kota tersebut, namun Sury menjelaskan bahwa masih ada penembak jitu dan rumah sakit harus melindungi jendela mereka untuk menghindari tembakan penembak jitu tersebut.

Sebagian besar kota telah hancur dan banyak tempat yang tanpa listrik dan air, namun warga mulai kembali ke rumah mereka.

Dalam sebuah langkah yang signifikan, pasukan pro-Hadi yang didukung koalisi Arab merebut kembali pangkalan militer terbesar di Yaman, pangkalan Al-Anad dari milisi Syiah Houtsi awal pekan ini. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.