Ringkasan pidato pertama amir baru IIA Mullah Akhtar Muhammad Mansur

Mullah Akhtar Muhammad Mansur (hafizahullah)
20

(Arrahmah.com) – Segera setelah juru bicara Imarah Islam Afghanistan (IIA), atau yang lebih dikenal sebagai Taliban, mengonfirmasi kabar wafatnya Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid, rahimahullah, dewan pimpinan IIA dikabarkan telah bermusyawarah untuk mengangkat kepemimpinan baru bagi IIA.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dipublikasikan situs resmi IIA, Voice of Jihad, dewan pimpinan IIA telah mengangkat amir IIA yang baru berdasarkan hasil musyawarah dengan para ulama dan tokoh IIA. Mullah Akhtar Muhammad Mansur adalah sosok yang diangkat untuk menggantikan Mullah Umar, sang pendiri Taliban. Seluruh anggota, dewan syura, komandan, dan ulama Taliban pun berbaiat kepadanya.

Mullah Mansur merupakan salah satu tokoh kunci dalam Imarah. Ia juga merupakan salah seorang anggota pendiri gerakan Taliban. Ia berasal dari Maiwand, Kandahar. Sebelumnya ia telah turut berperang melawan penjajah Rusia pada tahun 80-an dan merupakan wakil Mullah Umar. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai menteri penerbangan Taliban, serta pernah menjabat sebagai gubernur Kandahar saat Taliban berkuasa di Afghanistan sebelum negara teroris Amerika Serikat melancarkan invasi militernya.

Pada Sabtu (1/8/2015), melalui pesan audio berdurasi 33 menit yang disebar melalui forum-forum jihad, Mullah Mansur menyampaikan pidato pertamanya sebagai penerus perjuangan Mullah Umar rahimahullah dan sebagai amir baru Imarah Islam Afghanistan. Berikut terjemahan ringkasan pidato tersebut.

“Semoga Allah merahmati Mullah Umar, cara beliau melakukan banyak hal, kami tidak akan bisa melakukan hal yang serupa, akhlak beliau, ketakwaan beliau dan keikhlasan beliau adalah teladan, di antara kita, kita tidak dapat menemukan ‘Umar’ yang lain.

Tetapi apa yang beliau lakukan atau bagaimana diri beliau, hal itu dipelajari dari Al-Qur’an dan Sunnah sehingga jika kita berusaha keras, kita akan belajar dari apa yang beliau pelajari dan bagaimana beliau melayani Islam.

Mohonlah pertolongan kepada Allah, bekerjalah dengan keikhlasan, persatuan kita akan menyebabkan kegagalan musuh-musuh kita.

Sahabat-sahabatku, kematian itu pasti, beban kita telah menjadi dua kali lipat sejak kematian amir tercinta kita sehingga tetaplah jujur pada tanggung jawab kalian.

Setiap orang [musuh] berusaha untuk melemahkan jajaran kita, tetapi alhamdulillah sejauh ini tidak ada yang berhasil, tidak ada yang bisa memecah belah kita dan kita tidak akan membuat perpecahan di masa depan.

Mullah Akhtar Muhammad Mansur (hafizahullah)
Mullah Akhtar Muhammad Mansur (hafizahullah)

Musuh-musuh Islam dan boneka-boneka mereka menggunakan uang dan media untuk merusak Islam, menyebarkan kebohongan, menyebabkan perpecahan sehingga Saya meminta kalian untuk tidak membuat hal itu lebih mudah bagi mereka.

Jalan kita adalah jalan Islam hingga tetes darah terakhir kita.

Pemimpin kita telah pergi, tetapi agama ini masih di sini, Al-Qur’an dan Sunnah masih di sini untuk membimbing kita dan para ulama masih ada untuk menasehati kita.

Semua yang kita lakukan harus dari dalam Islam, tidak ada demokrasi atau tidak satupun dari ideologi-ideologi tak berguna itu.

Kita tidak berkorban demi apapun atau siapapun kecuali demi Dia (Allah).

Lihatlah satu sama lain, jangan mengganggu satu sama lain, kalian berjalan di jalan Jihad yang diberkahi.

Ini adalah jalan Islam, lahiriah kita harus seperti batin kita, tunjukkan pada orang-orang apa yang kalian tunjukkan pada Allah dan tunjukkan pada Allah apa yang kalian tunjukkan pada hamba-hambaNya, jangan jadi munafik, kita ingin Islam sehingga akhlak kita harus Islami.

Negosiasi-negosiasi damai ini dan sebagainya adalah serangkaian kebohongan, jangan dengarkan apa yang mereka katakan. Kita tidak bernegosiasi dengan siapapun saat ini.

Kita menginginkan Islam, tidak ada kompromi dan kita akan bertahan hingga Syariah ditegakkan, tidak ada tempat bagi ideologi apapun.

Jangan meragukan saudara-saudara kalian, teman yang saling meragukan satu sama lain akan menyebabkan perpecahan, jangan pernah menyimpang dari jalan Islam.

Bantulah satu sama lain dan bekerjalah untuk Islam, bekerja hanya untuk Syariah [beliau mengulanginya beberapa kali].

Jalan kita adalah islam, kita akan bekerja untuknya melaluli Dakwah, Jihad dan politik, kita akan melakukannya sehingga kita bisa memenuhi janji kita kepada Pencipta kita.

Pengorbanan kita bukan untuk kedudukan atau kekayaan, [tetapi] itu untuk Allah.

Jangan dengarkan bisikan-bisikan para musuh.

Alhamdulillah kita memiliki ilmu dan para ulama untuk membantu kita membersihkan hati kita.

Kita akan menghadapi musuh-musuh kita berdasarkan Syariah, tidak ada satupun dari kalian yang mempunyai hak untuk menghadapi siapapun dengan cara yang lain.

Orang-orang munafik tidak bisa masuk ke jajaran kita jika kita tetap teguh dan tabah

Perjalanan ini panjang tetapi cita-cita dan tujuan jelas

Lanjutkan pekerjaanmu untuk Islam, tetaplah bekerja untuknya dengan setiap cara yang kalian mampu, perhatikan pekerjaan kalian dan kami akan mengawasi kemajuan kita, para anggota syura dan siapa saja melanjutkan pekerjaan kalian.

Saya memaafkan siapa saja yang pernah menyakiti saya dan saya meminta kepada siapa saja untuk memaafkan saya dan setiap kalian mohonlah maaf satu sama lain jika kalian pernah melakukan hal satu sama lain, ini adalah awal yang baru. Keikhlasan diperlukan, jangan membuat marah Pencipta kalian. Allah ridha dengan orang yang memohon ampunan.

Sekali lagi jangan biarkan bisikan-bisikan musuh sampai di telinga atau hati kalian.

Jangan membuat marah Allah, bertanyalah pada satu sama lain jika kalian mendengar hal terkait satu sama lain, kita punya saudara-saudara yang bekerja di lapangan, sebagian di bidang Dakwah dan yang lainnya dilibatkan secara politik, tetapi kita semua adalah satu.

Lakukanlah apa yang Dia perintahkan kepada kita, laksanakan perintah-Nya dan jauhi larangannya.

Kemenangan adalah dari Allah, kita tidak bisa mencapai apa-apa dengan diri kita sendiri. Maka merendahlah di hadapan Sang Pencipta kalian.

Saya meminta semua teman-teman untuk memiliki kesabaran dan memperhatikan Jihad, sehingga kita tidak memiliki kesulitan

Saya merasa tidak pantas mengemban posisi ini tapi saya sudah diamanahkan dengan ini, saya telah menjadi seorang pemimpin setelah ia meninggal, tapi rasanya seolah-olah gunung telah ditempatkan di pundak saya. Seseorang bertanya kepada saya bagaimana saya merasakan hal yang demikian dan semua yang saya katakan adalah bahwa saya harus menegakkan keadilan untuk itu dan melayani Islam dengan ikhlas. Bukan masalah bagi saya. Posisi bukanlah tujuan kita bekerja, itu tidak berarti apa-apa.

Saya telah berjiad sejak saya berusia 20 tahun, dari saya tidak memiliki janggut dan sekarang janggut saya telah memutih. Tapi demi Allah saya tidak pernah menginginkan atau bahkan memikirkan jabatan apapun. Saya dulu melarikan diri darinya dan saya sekarang masih belum siap untuk itu. Jika saya dapat menemukan seseorang hari ini yang dapat bertanggung jawab mengemban beban berat ini, saya akan memberikannya hari ini tetapi jika saya yang harus melakukannya, maka saya akan melayani Islam dengan kemampuan saya yang terbaik sampai napas terakhir saya. Kematian mencari kita. Saya sudah berjanji kepada Allah untuk melayani-Nya dan saya tidak suka membicarakannya, tetapi saya akan menunjukkan kepada Allah melalui tindakan saya.

Persatuan membuat saya sangat bahagia dan mencari ridha Allah merupakan segala yang kita inginkan.

Ini bukanlah sebuah kerajaan yang diberikan melainkan pengabdian kepada Allah, tanggung jawab orang-orang yang beriman.

Dunia tengah melihat kita, kita memohon kepada Allah untuk menjaga kita tetap tegas dan memberikan kita kemenangan.

Saudara-saudara yang setia di antara kalian akan maju ke depan.

Allah akan menghargai kalian untuk pengabdian kalian.

Sopan santun yang baik, kesabaran, kerja keras dan kesalehan itu diperlukan.

Dunia akan menertawakan kita jika kita membiarkan keinginan kita membawa kita menjauh dari menyembah Rabb kita. Tujuannya adalah syariah dan jalannya adalah Jihad

Kaum munafik, orang-orang yang tidak bertakwa, orang-orang yang membunuh mereka yang tidak bersalah atau yang mencuri dari warga sipil, saya akan berurusan dengan mereka karena mereka bukan berasal dari kita dan mereka tidak akan pernah sama dengan kita.

Bahagiakanlah hati warga sipil melalui Islam.

Jangan marah pada siapa pun tanpa alasan, kalian adalah kaum Muslimin.

Jangan menindas musuh, beri mereka dakwah dan berurusanlah dengan mereka sesuai dengan aturan Islam.

Jangan ikut campur dalam setiap urusan orang lain, kalian memiliki tanggung jawab yang terpisah sehingga bekerja keraslah di bidang kalian (Dakwah, politik, Jihad)

Uang tidak bisa memberikan kemenangan, musuh-musuh kita sudah menang jika uang bisa memberikan kemenangan.

Kita tidak memiliki banyak kekuasaan atau uang, dengan sedikit senjata kita bisa mendapatkan banyak kemenangan jika kita ikhlas.

Saya akan mendoakan kalian dan kalian mendoakan saya.

Selama kita hidup, kita akan bekerja dengan ketulusan dan cinta, kita akan pergi [meninggalkan dunia] dan di sana akan ada orang-orang yang menggantikan kita, tetapi selama kita [masih hidup] di sini, kita akan melayani Islam.”

(banan/siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.