Polda Papua periksa Presiden GIDI terkait tragedi Tolikara

Sisa papan nama Masjid Baitul Muttaqin yang rata dengan tanah dibakar oleh teroris Kristen di Karubaga Kabupaten Tolikara, Papua saat kaum Muslimin shalat Idul Fitri 1436 H, Jum'at (17/7/2015), Aksi ini diotaki oleh Ketua Gereja Injili di Indonesia (GIDI Tolitora Pdt. Nayus Wenea, S.Th dan Sekertaris Marthen Jingga, S.Th; MA.
10

JAYAPURA (Arrahmah.com) – Penyidik Poda Papua memeriksa Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pdt Dorman Wandikbo terkait tragedi Tolikara, Senin (3/8/2015).

Dilaporkan dua dari enam pengacara mendampingi pemeriksaan Dorman Wandikbo di Direskrim Umum Polda Papua di Jayapura.

Ketua DPRP Papua Yunus Wonda di Jayapura, Senin, mengakui, Presiden GIDI masih diperiksa penyidik di Polda Papua.

“Saya sempat mendampingi Presiden GIDI menemui penyidik bersama dua pengacara,” kata Yunus Wonda yang mengaku kehadirannya ke Polda Papua sebagai umat gereja, lansir Republikaonline.

Menurut dia, kehadirannya di Polda Papua hanya untuk memberi dukungan
terhadap Presiden GIDI yang masih diperiksa. “Kami akan menunggu hingga yang bersangkutan (Presiden GIDI) selesai diperiksa,” kata Yunus Wonda.

Sementara itu data yang di Polda Papua terungkap, pemeriksaan terhadap Presiden GIDI Pdt Dorman Wandikbo terkait insiden yang terjadi di Karubaga, 17 Juli lalu.

Penyidik Polda Papua juga memanggil tiga pengurus GIDI lainnya namun hingga kini belum memenuhi panggilan.

Hingga berita ini dipublikasikan pemeriksaan terhadap Presiden GIDI Dorman Wandikbo masih berlangsung.

Sebagai informasi, gerombolan masa GIDI menyerang kaum Muslimin Tolkara saat menjalankan shalat Idul Fitri 1346 H, Jumat (3/8/2015). Akibat dari aksi anarkisme dan intoleran yang sudah di disain itu sebuah masjid dan puluhan kios musnah dibakar.

TPF Komat Tolikara dalam kesimpulan lapangan soal tragedi Tolikara menyebut, Presiden GIDI patut dijadikan tersangka, karena tidak mengindahkan dan abai terhadap peringatan yang dilakukan oleh Kapolres, sehingga insiden yang melukai umat muslim ini terjadi.

Selanjutnya, kata TPF, faktanya massa Gereja Injili Di Indonesia yang berkumpul telah melakukan teror dengan melakukan pelemparan baik secara langsung kepada jamaah sholat Ied ataupun dengan melemparkan batu ke atap seng kios yang membuat suara gaduh untuk membubarkan sholat Id. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.