Muslimah Rohingya dipaksa menikah agar tidak dijual ke prostitusi

74

Support Us

BANGKOK (Arrahmah.com) – Melepaskan diri dari kekerasan dan kemiskinan di tanah airnya, ratusan Muslimah Rohingya dari Myanmar, beberapa diantara mereka masih remaja, dipaksa menikah. Sementara sebagian besar dari mereka dipaksa, ada juga kaum perempuan yang menyetujui pernikahan tersebut untuk melarikan diri dari penjara atau agar tidak bernasib lebih buruk di tangan penyelundup, ungkap dalam sebuah laporan di New York Times, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (3/8/2015).

Muslimah Rohingya, Shahidah Yunus, (22), berada di sebuah kamp di Thailand selama dua bulan ketika kesepakatan untuk menikah harus dia hadapi. Keluarganya tidak mampu membayar uang sebesar $ 1.260 kepada penyelundup agar ia bisa melarikan diri ke Malaysia. Pada saat yang sama orang asing datang menawarkan untuk menikah supaya ia bisa bebas. Dalam panggilan telepon ke orang tuanya, mereka mengatakan bahwa hal itu akan lebih baik untuk seluruh keluarganya jika dia bersedia untuk menerima tawaran tersebut.

Shahidah tidak sendirian. Budaya kawin paksa telah berlangsung selama beberapa waktu, dan telah terjadi peningkatan yang substansial.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi telah melaporkan bahwa gelombang terbaru dari pencari suaka dari Bangladesh dan Myanmar tahun ini telah menyebabkan peningkatan “penculikan dan pernikahan yang telah diatur tanpa persetujuan dari perempuan.”

“Ratusan, bahkan ribuan wanita dan anak perempuan telah dipaksa, dijual atau diatur untuk menikah melalui koridor perdagangan ini sejak 2012,” kata Matthew Smith, direktur eksekutif dari Fortify, sebuah kelompok advokasi di Bangkok yang memantau pengungsi Rohingya.

Berita Terkait

“Untuk beberapa keluarga, itu dipandang sebagai keharusan, sebagai mekanisme bertahan hidup.”

“Kelompok perdagangan manusia menjalankan ini sebagai bisnis yang menguntungkan,” katanya, menambahkan bahwa bagi wanita dan anak perempuan, “dijual atau dipaksa menikah adalah yang paling buruk, dan itu merupakan sebuah masalah.”

Shahidah, yang tinggal dengan suaminya yang berusia 38 tahun dan 17 Rohingya lainnya di Pulau Penang, Malaysia, tidak memiliki pilihan setelah pamannya yang telah berjanji untuk membayar perjalanannya tidak bisa melakukannya.

“Saya memilih untuk menikahi suami saya karena penyelundup membutuhkan uang untuk melepaskan saya,” kata Shahidah.

“Kami takut diperkosa. Lebih baik menikah dengan pria Rohingya yang bisa mengurus kita.”

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Empat warga sipil Azerbaijan tewas akibat ranjau yang ditanam militer Armenia

FUZULI (Arrahmah.com) - Empat warga sipil Azerbaijan kehilangan nyawa mereka setelah bom ranjau yang diletakkan oleh militer Armenia meledak, kata otoritas negara pada Sabtu (28/11/2020). Ledakan tersebut terjadi ketika kendaraan yang…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Iklan