Mengaku sebagai Imam Mahdi, WNI ditangkap di Saudi

56

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sebanyak sebelas warga negara Indonesia (WNI) telah ditangkap oleh aparat Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (18/7/2015) lalu. Berdasarkan informasi yang diterima Kementerian Luar Negeri Indonesia, sebelas WNI itu ditangkap karena shalat Id beberapa hari usai Hari Raya Idul Fitri.

Para WNI ini salat Id di dekat kabah. Mereka mengganggu jamaah lain yang tawaf sehingga dilaporkan ke pihak keamanan. Ketika mau dibubarkan mereka menolak. Mereka kemudian ditangkap. Zuber Amir Abdullah, sang pemimpin yang mengaku sebagai Imam Mahdi dibawa ke RS Jiwa untuk dilakukan pemeriksaan.

“Jadi begini, yang kita terima ada sekumpulan WNI yang melaksanakan shalat Id setelah beberapa hari habis Idul Fitri berlangsung. Ada 11 orang, dua perempuan, sisanya sembilan laki-laki,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Armanatha Nasir, saat ditemui dikantornya, Jakarta, Kamis (30/7), sebagaimana dilansir oleh Kabar Makkah.

Terkait hal ini, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu M Iqbal, Jum’at (31/7), mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut karena yang bersangkutan masih meyakini dirinya Imam Mahdi dan pengikutnya juga masih memiliki keyakinan yang sama.

Pihak KJRI Jeddah masuk terus melakukan segala upaya untuk membebaskan mereka. Para WNI ini terancam hukuman berat karena terkait dugaan aliran sesat. Berdasarkan hukum yang diadopsi di Arab Saudi, tindakan yang dilakukan oleh para WNI itu merupakan pelanggaran syari’ah yang berat.

Berita Terkait

“Mengingat kasus ini masih pada tahap investigasi dan belum dibawa ke mahkamah, KJRI akan berusaha mengimbau kelompok tersebut agar tidak bersikeras dengan keyakinan mereka, setidaknya di depan polisi/investigator saudi, sehingga KJRI dapat mengupayakan mereka dibebaskan dan diizinkan untuk dipulangkan,” ungkap Iqbal.

Pada (18/7), 11 orang tersebut melaksanakan shalat Idul Fitri di Makam Ibrahim (kompleks Ka’bah) yang didahului dengan penyampaian khutbah. Padahal pemerintah Saudi menetapkan Idul Fitri jatuh pada 17 Juli.

11 WNI yang ditahan di Arab Saudi itu, selain Zubir Amir Abdullah, adalah Ismelda Harfianti Lubis, Kharman Amir Abdullah, Rahmat Abdullah Makki Almalik, Rakhmat Syawal Lubis, Rudi Aulia Usman Arif, Muhammad Zainullah Wahid, Muhammad Idris Ruslan, Muhammad Harianto Lubis, Joko handoko Marore dan Jamsah binti Jamin. Mereka semua datang ke Saudi dengan memakai visa umrah.

“Terkait dengan kelompok ini, keyakinan mereka bahwa pemimpin mereka adalah Imam Mahdi dikhawatirkan akan membuat mereka dijerat dengan pasal Riddah, yaitu sesat dan keluar dari ajaran Islam, sehingga bisa terancam hukuman berat,” ungkap salah satu sumber dari KJRI.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Iklan