Berita Dunia Islam Terdepan

Astaghfirullah, acara Kristenisasi berbalut busana Muslim tayang di MNCTV

Group Senggol pelawak misionaris kristen
26

JAKARTA (Arrahmah.com) – Terlalu, kini kaum Misionaris sudah berani memanfaatkan nuansa lebaran dan Islami untuk menyusupkan misinya. Sebagaimana yang ditampilkan dalam acara komedi oleh Group Senggol bertema “Takut Mati” di MNCTV, penonton disuguhi khutbah agama Kristen di tengah lawakannya.

Pada acara yang ditayangkan MNCTV, Sabtu (18/7/2015) tersebut, semua artis pria dan wanita pengisinya berpakaian Muslim. Bahkan penonton yang mendukung acara itu pun berpakaian Muslim, seperti baju koko dan peci khas Muslim.

Namun, di tengah acara terdapat kejanggalan saat muncul kisah seseorang yang berilmu sakti dan ingin membuang kesaktiannya karena ingin kedamaian.

Alkisah, ilmu yang membuatnya kuat itu menjadikan si tokoh susah mati. Meski dia beroleh kekuatan, tetapi hatinya tidak pernah damai. Hingga akhirnya secara tak sengaja dia mendengarkan lantunan kata-kata dan doa dari ayahnya untuk dirinya agar ilmunya hilang, barulah kedamaian itu hadir.

Yang mengherankan adalah, si tokoh itu mendengar suara ghaib yang menyuruhnya membaca buku di kamar ayahnya. Ternyata, buku tersebut ditulis bahwa dengan percaya kepada Isa Al-Masih saja dia bisa selamat.

Astaghfirullah, bagaimana mungkin acara Islam mengajarkan pemirsa untuk mengimani ajaran Kristiani? Lebih mengejutkan lagi, di akhir kisah, plot acara dikembalikan ke setting lawakan. Di sesi itu, si pelawak yang berbaju Muslim itu malah mengajarkan Injil berkedok Al-Qur’an. Tak hanya itu dia memberi kesempatan kepada pemirsa dan penonton di rumah yang sedang menghadapi masalah untuk berkonsultasi melalui email Group Senggol.

Dengan demikian, nampak jelas bahwa kaum misionaris telah berpandai-pandai membalut acara Kristenisasinya dengan menggunakan atribut Muslimin. Terlebih acara itu ditayangkan pukul 1 malam, sehingga segmen pemirsanya telah dibidik dengan matang, saat gelombang otak mudah diberi sugesti. Selain itu, waktu penayangan dini hari tentu lebih sedikit beresiko dikomplain pemirsa, bayangkan jika ditayangkan siang hari. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...