Berita Dunia Islam Terdepan

SOHR: ISIS eksekusi anggota kebanggaannya, sang juara kickboxing asal Jerman, saat mencoba melarikan diri

Valdet Gashi saat bersama temen-teman ISISnya
14

ALEPPO (Arrahmah.com) – Innalillaahi, Valdet Gashi, juara dunia dua kali di kickboxing Thailand, yang telah meninggalkan keluarganya di Jerman untuk bergabung dengan Jama’ah Daulah Baghdadiyah, akhirnya meninggal dunia. Ia dibunuh oleh pasukan Daulah sendiri karena ia mulai menyadari kesesatan dan kebejatan Daulah dan mencoba untuk melarikan diri dari Suriah. Demikian Muqawamah melansir IB Times, Jum’at (24/7/2015).

Valdet Gashi, juara dunia 2 kali kickboxing Thailand dieksekusi ISIS pasca mencoba melarikan diri dan bergabung dengan pejuang oposisi lain
Valdet Gashi, juara dunia 2 kali kickboxing Thailand dieksekusi ISIS pasca mencoba melarikan diri dan bergabung dengan pejuang oposisi lain

Laporan kematian Gashi telah muncul beberapa minggu yang lalu, setelah keluarganya mengatakan pada saluran TV Swiss bahwa ia telah meninggal di Suriah. Meski demikian, sampai saat itu, keluarganya menyatakan belum menerima informasi alasan kematiannya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah kelompok kemanusiaan yang menyoroti sepak terjang ISIS di Suriah, mengatakan bahwa Valdet Gashi ditangkap ketika mencoba melarikan diri dari Aleppo Suriah untuk bergabung dengan ‘kelompok perlawanan lainnya’.

Kelompok monitoring tersebut juga mengatakan, berdasarkan informasi dari “sumber terpercaya”, Juara Thaiboxing tersebut sebelumnya telah dipenjara di kota Manbej di Suriah setelah itu kemudian ia dieksekusi oleh Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Meskipun masih saja ada pihak yang meragukan kematiannya adalah tanggung jawab ISIS. Namun, SOHR juga mengatakan bahwa mereka menerima berita dari sumber lain yang mempertegas kenyataan bahwa Gashi telah berusaha untuk melarikan diri dari wilayah Daulah Baghdadiyah.

Valdet Gashi
Valdet Gashi

Gashi, pria berusia 29-tahun keturunan Albania, sebelumnya dilaporkan meninggalkan Jerman untuk melakukan perjalanan ke Suriah pada bulan Januari tahun ini. Ia meninggalkan keluarganya, termasuk kedua anak perempuannya.

Setelah bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS, Gashi seringkali mengupload gambar-gambar dirinya berlatar bendera Daulah Baghdadiyah. Bahkan, berita bergabungnya ia ke Daulah Baghdadiyah pun seringkali mendapat porsi di situs-situs para pendukung Daulah Baghdadiyah/ISIS.

“Jika saya mati saat melakukan yang baik, saya tentu akan senang,” kata Gashi sang mantan atlit Mixed Martial Arts (MMA) tersebut dalam sebuah wawancara sebelumnya, ketika membenarkan keputusannya bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Namun, SOHR kini melaporkan bahwa Gashi sempat mengirimkan sebuah pesan bahwa ia sangat merasa terkejut dan kecewa dengan kenyataan sikap, perilaku dan kebijakan-kebijakan mengerikan yang dipertontonkan oleh ISIS. Padahal, sebelumnya ia telah berusaha untuk tetap bertahan di jajaran Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan Gashi sebagai tawwabiin. Aamiin. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...