Myanmar mengirim 155 manusia perahu ke Bangladesh

44

Support Us

YANGON (Arrahmah.com) – Pihak imigrasi Myanmar telah mengirim 155 orang ke negara tetangga Bangladesh setelah mereka ditemukan terapung di kapal pada akhir Mei, media pemerintah melaporkan pada Kamis (23/7/2015), di tengah krisis regional yang telah menyaksikan ribuan imigran terlantar di laut oleh gerombolan penyelundup manusia, sebagaimana dilansir oleh Anadolu Agency.

Para migran yang kembali mengikuti proses yang ketat untuk memverifikasi kewarganegaraan mereka, menurut pejabat dari kedua negara itu.

“Upacara penyerahan para imigram itu berlangsung, yang menjembatani hubungan baik antara Myanmar dan Bangladesh,” media pemerintah Global New Light of Myanmar melaporkan.

Kelompok ini diserahkan kepada Batalyon Penjaga Perbatasan Bangladesh oleh tim yang dipimpin oleh petugas imigrasi kabupaten Maungdaw, sebuah distrik di negara bagian barat Rakhine, laporan tersebut menambahkan.

Bangladesh mengatakan, kelompok itu termasuk di antara 528 imigram yang diselamatkan dari perairan Myanmar.

Ribuan orang lainnya, sebagian besar Muslim Rohingya melarikan diri dari penganiayaan di negaranya dan orang Bangladesh yang berusaha lepas dari kemiskinan ekstrim yang dialami, ditemukan terapung di laut pada bulan Mei.

Krisis mulai terungkap ketika pemerintah Thailand melancarkan tindakan keras terhadap kamp penyelundupan manusia.

Berita Terkait

Myanmar dituding sebagai sumber utama krisis ini karena perlakuannya terhadap Rohingya, kelompok etnis mayoritas Muslim yang berjumlah sekitar 1 juta orang, dimana puluhan ribu dari mereka telah melarikan diri dari pantai barat laut negara itu sejak mereka menjadi sasaran kekerasan sektarian di 2012.

Pemerintah Myanmar telah membantah bertanggung jawab atas krisis itu, dan sebaliknya menyalahkan para penyelundup manusia. Myanmar juga telah dituding berusaha mengalihkan kasus ini dengan menyalahkan Bangladesh dengan melebih-lebihkan proporsi migran dalam krisis yang datang dari negara itu.

Myanmar tidak mengakui etnis Rohingya, dan menyebutnya sebagai “Bengali” untuk menyebut mereka sebagai penyusup dari Bangladesh.

Di kota Yangon Myanmar, ultranasionalis Buddha telah melakukan protes terhadap pemerintah mereka karena menampung orang-orang dari perahu.

Pihak berwenang Bangladesh akan terus memverifikasi sisa orang yang ditemukan di kapal itu pada 21 dan 29 Mei, laporan New Light menambahkan.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

Gantz hadapi tekanan dari partainya untuk bubarkan Knesset

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Anggota Partai Biru dan Putih "Israel" menekan pemimpin mereka Benny Gantz, Menteri Pertahanan "Israel", dan Perdana Menteri Pengganti, untuk membubarkan Knesset dan memaksa negara itu memasuki pemilihan keempatnya…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Turki Dituduh Buka Jalur Rahasia Dengan "Israel"

ANKARA (Arrahmah.com) – Kepala dinas intelijen nasional Turki dilaporkan telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan para pejabat "Israel" untuk memperbaiki hubungan kedua negara, menurut sumber yang diwawancara Al Monitor (30/11/2020).…

Polda Metro Resmi Panggil Habib Rizieq Shihab Selasa

JAKARTA (Arrahmah.com) - Polda Metro Jaya memanggil Habib Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020). Pemanggilan Habib Rizieq terkait dengan kerumunan massa dan simpatisan FPI dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab di…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Iklan