Berita Dunia Islam Terdepan

Myanmar mengirim 155 manusia perahu ke Bangladesh

Bangladesh mengatakan, kelompok itu termasuk di antara 528 imigram yang diselamatkan dari perairan Myanmar.
5

YANGON (Arrahmah.com) – Pihak imigrasi Myanmar telah mengirim 155 orang ke negara tetangga Bangladesh setelah mereka ditemukan terapung di kapal pada akhir Mei, media pemerintah melaporkan pada Kamis (23/7/2015), di tengah krisis regional yang telah menyaksikan ribuan imigran terlantar di laut oleh gerombolan penyelundup manusia, sebagaimana dilansir oleh Anadolu Agency.

Para migran yang kembali mengikuti proses yang ketat untuk memverifikasi kewarganegaraan mereka, menurut pejabat dari kedua negara itu.

“Upacara penyerahan para imigram itu berlangsung, yang menjembatani hubungan baik antara Myanmar dan Bangladesh,” media pemerintah Global New Light of Myanmar melaporkan.

Kelompok ini diserahkan kepada Batalyon Penjaga Perbatasan Bangladesh oleh tim yang dipimpin oleh petugas imigrasi kabupaten Maungdaw, sebuah distrik di negara bagian barat Rakhine, laporan tersebut menambahkan.

Bangladesh mengatakan, kelompok itu termasuk di antara 528 imigram yang diselamatkan dari perairan Myanmar.

Ribuan orang lainnya, sebagian besar Muslim Rohingya melarikan diri dari penganiayaan di negaranya dan orang Bangladesh yang berusaha lepas dari kemiskinan ekstrim yang dialami, ditemukan terapung di laut pada bulan Mei.

Krisis mulai terungkap ketika pemerintah Thailand melancarkan tindakan keras terhadap kamp penyelundupan manusia.

Myanmar dituding sebagai sumber utama krisis ini karena perlakuannya terhadap Rohingya, kelompok etnis mayoritas Muslim yang berjumlah sekitar 1 juta orang, dimana puluhan ribu dari mereka telah melarikan diri dari pantai barat laut negara itu sejak mereka menjadi sasaran kekerasan sektarian di 2012.

Pemerintah Myanmar telah membantah bertanggung jawab atas krisis itu, dan sebaliknya menyalahkan para penyelundup manusia. Myanmar juga telah dituding berusaha mengalihkan kasus ini dengan menyalahkan Bangladesh dengan melebih-lebihkan proporsi migran dalam krisis yang datang dari negara itu.

Myanmar tidak mengakui etnis Rohingya, dan menyebutnya sebagai “Bengali” untuk menyebut mereka sebagai penyusup dari Bangladesh.

Di kota Yangon Myanmar, ultranasionalis Buddha telah melakukan protes terhadap pemerintah mereka karena menampung orang-orang dari perahu.

Pihak berwenang Bangladesh akan terus memverifikasi sisa orang yang ditemukan di kapal itu pada 21 dan 29 Mei, laporan New Light menambahkan.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...