Berita Dunia Islam Terdepan

Belajar “menjaga masjid” dari Hajj Hamdo

ilustrasi peledakan masjid di Suriah
4

Udara panas membakar hati Muslim warga kota Jisr Asy-Syughur. Beberapa kali aksi hit and run Mujahidin ke dalam kota berhasil dibendung tentara Syi’ah Nushairiah. Yang dengan begitu membuat kedzaliman Syi’ah makin menjadi!
Dengan segala alasan mereka culik, Eksekusi, kemudian buang jenazah para warga yang dicurigai menjadi anggota perlawanan, Di jalan-jalan!

Tapi yang membuat panas hati bukan itu. Manusia hidup dan mati, datang lalu pergi, berjuang dan syahid, lahir dan kembali. Biasa itu, Apalagi di negeri yang bau kematian menyeruak ke rumah-rumah lebih dahulu daripada udara pagi.

Yang meningkatkan tensi emosi warga sampai titik tertingginya karena sejak tiga bulan terakhir pemerintah menutup 25 Masjid dari 27 yang tersisa! Peralatan sound systemnya dilucuti, lantainya dikotori tapak sepatu najis mereka, dan pintunya digembok dari segala penjuru!

Puluhan lainnya sudah hancur tak lagi dapat dipergunakan. Keimanan warga yang sedang mencapai titik tertingginya bagai terhalang gunung tinggi. Shaf-shaf shubuh dan 4 waktu lainnya yang kini berpindah tempat ke basement atau loteng rumah-rumah, sedikit membuka keran tabung gas di kepala mereka yang terus ditekan, mengulur pemberontakan lebih lama, sekaligus mengokohkan iman mereka!

Tapi Masjid tetaplah Masjid, Rumah Allah Yang Maha Agung seberapa pun jeleknya ia. Bukti wujud sebuah masyarakat Islam pada sepetak bumi Allah, serta Rumah Allah yang jauh lebih berharga dari rumah kita!

Maka mengusik keberadaan Masjid tidak mendatangkan apapun bagi kafir kecuali membaranya perlawanan atas mereka. Bahkan dari pelaku-pelaku maksiat yang masih beruntung Allah sisakan kebanggaan sebagai Muslim!

Di tengah kegelisahan warga kota Jisr, Hajj Hamdo, seorang Shalih dan Imam Masjid, tengah malam memaksa masuk ke dalam salah satu dari dua Masjid yang tersisa dan kebetulan berada tepat di samping rumah. Istri dan anak-anak beliau tak dapat melarang. Jangan kata penangkapan, api dan siksa manusia pun kali ini akan dilawannya!

Dengan satu sujud khusyuk dan panjang, beliau berdoa dan berjanji pada Allah, bila Dia turunkan Mujahidin membebaskan kota, ia akan menyerukan takbir selama penyerangan, meski Masjid harus runtuh dan hilang di bawahnya!

Dan Allah Maha Menjawab doa hamba-Nya yang ikhlas sepenuh hati. Beberapa hari setelah itu serangan besar Mujahidin bergelombang menghantam kota!
Pembukaannya sederhana saja: Sebuah aksi amaliyat Mujahidin Turkistan yang mengendarai BMP penuh bahan peledak menggoncang tanah Suriah!
Sudahnya teriakan takbir menebar maut di hati musuh-musuh Allah!

Perang hebat pecah sepanjang tujuh hari!

Hajj Hamdo tak lupa perjanjiannya dengan Allah. Melihat Mujahidin berkumpul depan kota, beliau menyelinap masuk Masjid, mengeraskan speaker, lalu tanpa henti mengumandangkan takbir yang terus diingat sampai hari ini! Memberi tanda pada para petarung di penjuru kota, Ini saatnya bertumpah darah membela agama-Nya!

Kepahlawanan, ianya yang kan bangkitkan jiwa-jiwa yang mati, menuntun para pengecut menuju satu pelita, membuat para pemberani bangkit dan bergerak! Maka tak lama susul menyusul seisi warga kota berkumpul di sekeliling Masjid, menjaga sang Imam dengan jiwa mereka

“Bila harus mati, matilah kami bersamanya!”

Beberapa jam telah berlalu sejak mesiu pertama menyalak, perang sengit telah berkecamuk, Mujahidin dan Nushairiyah bertempur sengit, saling balas kematian kawannya. Sementara di Masjid, Hajj Hamdo masih setia menjaga pos sebagai penyemangat Mujahidin ketika akhirnya sebuah ledakan besar mengguncang Masjid, meratakannya dengan tanah, menerbangkan Hajj Hamdo dan kawanannya ke langit, Menjadikan mereka insyaAllah dalam daftar para syuhada…

Allah menepati janji-Nya pada siapa saja yang menepati janji pada-Nya, dan Allah tidak menghentikan kumandang takbir yang sukacita menyeru nama-Nya dalam Keagungan serta penghormatan. Takbir Hajj Hamdo bukan yang pertama di muka bumi. Tapi ianya tercatat di sini, pada hati-hati para pejuang. Takbir lainnya tetap sama,

Allahu Akbar!!!

Di tempat lainnya masih berkumandang, diserukan oleh mereka yang setia pada agama Allah, di tanah Suriah, Turki, Papua, atau dimana saja…

Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!!

*Dikisahkan oleh pelaku langsung

(misimedissuriah/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...