Badan amal Muslim di Inggris secara tidak adil dituding terkait dengan ekstrimisme

45

Support Us

LONDON (Arrahmah.com) – Pada September tahun lalu, organisasi payung untuk 10 lembaga amal Islam yang berbasis di Inggris ‘Muslim Charities Forum (MCF)’ mendapatkan pukulan berat setelah surat kabar melaporkan beberapa anggotanya terkenal memiliki hubungan dengan terorisme.

Hampir seminggu kemudian, Departemen Masyarakat dan Pemerintah Daerah (DCLG) mengatakan kepada MCF untuk menghentikan aktivitas mereka, termasuk skema 8 bulan utama untuk mendorong integrasi, yang telah menerima sebanyak £ 250.000 dana hibah. Penyelenggara mengatakan bahwa hal ini sangat mengecewakan, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Rabu (22/7/2015).

Berikutnya pada bulan Desember DCLG menghentikan dana untuk MCF. MCF membantah segala jenis hubungan dengan terorisme dan meminta kepada DCLG untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka,. Namun, MCF sekarang dalam proses hukum, yang berarti mereka harus non-aktif karena dana mereka dihentikan.

Lebih seperempat dari penyelidikan hukum yang diluncurkan oleh Komisi Amal Inggris sejak April 2012 telah mengarah kepada badan-badan amal Muslim terkait dengan pengelolaan masjid, memberikan bantuan kemanusiaan atau melakukan upaya bantuan di Suriah.

Berita Terkait

Selanjutnya, minggu lalu David Cameron mengungkapkan rencana ima tahun “anti-ekstremisme”nya, yang oleh beberapa pihak ditengarai ada unsur “Islamofobia”. Rencana tertentu dapat menyebabkan keterasingan Muslim dari seluruh masyarakat Inggris.

Masalah MCF ini muncul setelah Daily Telegraph secara tak berdasar menuduh MCF dan sejumlah organisasi amal Muslim lainnya memiliki keterkaitan ke Union of Good, sebuah koalisi global dari 50 lebih badan amal yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada 2008 karena keterkaitannya dengan kelompok Palestina, Hamas. Namun, tuduhan Daily Telegraph ini terbukti salah.

Undang-undang kontra-terorisme terbaru mengikis kebebasan sipil dan kebebasan politik. Shaista Gohir, ketua Jaringan Muslimah Inggris, mengatakan: “Kebijakan dan strategi pemerintah sekarang menargetkan Islam dan organisasi, sehingga ummat Islam khawatir. Apa alasan yang akan digunakan untuk menargetkan kita selanjutnya? “

Muslim mengatakan bahwa undang-undang kontra-terorisme dapat diartikan terlalu luas, “siapa pun bisa menjadi seorang ekstrimis sekarang” menurut bahasa ambigu hukum. Mereka sangat kecewa dengan situasi saat ini karena setiap Muslim dapat dilihat sebagai tersangka.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Kiai Said Aqil Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Tentara 'Israel' luncurkan latihan militer skala besar di dekat Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Tentara pendudukan "Israel" melancarkan latihan militer skala besar di dekat Jalur Gaza yang diduduki, yang telah dikepung ketat oleh "Israel" selama 14 tahun, media lokal melaporkan. Menurut situs berita "Israel"…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Iklan