Berita Dunia Islam Terdepan

Kesaksian penduduk Syam : ISIS sudah halalkan wanita Muslimah dan merampas istri kaum Muslimin

Ilustrasi perbudakan oleh ISIS
30

SURIAH (Arrahmah.com) – Khawarij memiliki nafsu yang sangat besar terhadap wanita, mereka memiliki sejarah lama tentang hal ini, dan mereka mewarisi darah ini di Irak, dari generasi ke generasi sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya oleh Syaikh Abu Hassan Al-Kuwaiti dalam makalahnya.

Pada saat ini, ditemukan realitas dan insiden bagaimana kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, kewalahan oleh hawa nafsu kebinatangan mereka sendiri, dan bagaimana mereka berusaha memuaskan nafsu kebinatangan ini dengan cara menutup-nutupinya dengan kebaikan serta tampilan yang mempesona.

Mereka juga bermain-main dengan ikatan pernikahan, dan banyak dari mereka yang menikah tanpa wali yang berhak. Nafsu kebinatangan mereka sebelumnya juga telah mendorong mereka untuk mengambil perempuan Yazidi sebagai budak, tanpa menyadari aturan syar’i yang berlaku atas diri mereka dan konsekuensi (berupa kerusakan/mafaasid) yang ditimbulkan.

Sementara dari lapangan, Arrahmah.com sendiri mendapat konfirmasi dari salah seorang prajurit ISIS yang menyatakan bahwa untuk mendapatkan atau meniduri seorang budak, mereka cukup membelinya dengan harga 1000 dolar. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Jauh hari sebelum terbitnya edisi ke-10 majalah propaganda berbahasa Inggris ISIS, Dabiq, para Ulama Mujahidin telah mampu membaca gelagat buruk dari sifat ekstrim yang dibawa oleh Jama’ah Daulah (ISIS). Banyak diantara mereka telah membaca dan mengingatkan umat tentang arah Jama’ah ekstrim ini ke depan.

Sebagaimana telah disebutkan berkali-kali oleh Syaikh Abu Hasan Al-Kuwaiti dalam makalah-makalah dan keterangan beliau tentang sifat kebinatangan yang dimiliki ISIS dan pasukannya, serta uraian beliau mengenai penyimpangan seksual yang dipraktikkan oleh unsur ISIS yang berasal dari pemahaman batil mereka dan sikap ekstrim dalam menetapkan kekafiran seseorang, termasuk mengkafirkan orang yang bukan kelompok mereka.

Dan beberapa waktu yang lalu, seorang mufti perempuan Jama’ah Daulah telah menerbitkan pembahasan khusus dalam majalah Dabiq edisi ke-10. Dalam makalah tersebut ia memaksa para muslimah Mujahidah Al-Qaeda untuk bercerai dari suami mereka dengan menuduh bahwa status penikahan mereka dengan prajurit Al-Qaeda adalah perzinaan karena suami-suami mereka telah kafir.

Sementara kesaksian dari penduduk Syam yang mengadukan persoalannya kepada Mahkamah Syariah setempat pun memaparkan kenyataan memilukan dan kerusakan yang diperbuat oleh jamaah sesat penumpah darah lagi pengikut hawa nafsu pimpinan Abu Bakar Baghdadi itu. Berikut nukilan kesaksian penduduk Syam tersebut yang telah dihimpun dan diterjemahkan oleh Muqawamah Media pada Ahad (20/7/2015).

“Nama saya Muhammad Yusuf, sebelum kejadian mengenaskan itu usia pernikahan saya 1,5 tahun. Suatu ketika istri saya meminta izin kepada saya untuk menjenguk saudarinya di kota Al-Baab yang merupakan wilayah yang dikuasai ISIS. Waktu itu dia tengah hamil 8 bulan, saya mengizinkannya karena mereka memang sudah lama terpisah akibat perang dan saya merasa tidak khawatir karena saya tidak bergabung pada faksi mujahidin apapun (bersikap netral).

Selang waktu berlalu, tiba-tiba semua nomor kontak istri saya tidak bisa saya hubungi dan secara mengejutkan, saya mendapatkan kabar bahwa ISIS menculik istri saya, memaksa istri saya untuk membatalkan pernikahannya dengan saya, sekaligus memaksa istri saya untuk melahirkan anak dalam sekapan mereka (dikabarkan pula bahwa istri saya melahirkan anak perempuan).

Setelah istri saya melahirkan anak, ISIS kemudian menikahkan istri saya dengan lelaki lain. Demikianlah, tanpa sepengetahuan saya, mereka menceraikan istri saya dari saya dan menikahkannya dengan lelaki lain. Sudah setahun berlalu dan saya tidak pernah melihat anak perempuan saya yang kabarnya telah berumur 1 tahun. Sekali lagi saya tekankan bahwa saya bukanlah anggota suatu faksi militer manapun, ISIS melakukan semua ini karena mereka menganggap bahwa wilayah mereka adalah Darul Islam dan selain wilayah mereka adalah Darul Kufri, mereka menganggap haram hukumnya bagi wanita untuk tinggal di Darul Kufri sehingga mereka ceraikan para wanita muslimah dari suami muslim mereka, untuk dinikahkan dengan orang-orang ISIS.

Saya menyatakan bahwa saya siap bermubahalah atas semua keterangan yang saya sampaikan ini, beberapa ikhwah yang bersimpati kepada saya telah mengirimkan foto anak perempuan saya dan saya tidak pernah menemuinya selama satu tahun ini, apa yang bisa saya katakan!? Sekarang ini saya hanya bisa mengadukan segala masalah saya kepada Allah, Dialah sebaik-baik tempat mengadu, semoga Allah membalas semua perlakuan mereka terhadapku.”

Sumber link dari Mujahidin Asal Belanda di Suriah (https://twitter.com/DMIS_01/status/621512312323706881)

Bagi yang meragukan kenyataan menyedihkan ini, silakan cek di sini

Dan ketahuilah bahwa ISIS justru merasa benar dengan tindakannya ini, silakan cek di sini

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...