Gereja Injili Di Indonesia terbukti teroris, PAS Jabar desak Pemerintah segera membubarkannya

132

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Puluhan orang yang berasal dari perwakilan ormas Islam dan elemen gerakan dakwah di Jawa Barat yang tergabung dalam Pembela Ahlus Sunnah (PAS) , Senin (20/7/2015) melakukan aksi solidaritas terhadap tragedi yang menimpa muslim Tolikara Papua beberapa hari lalu. Aksi yang diawali dari markaz Dewan Dakwah Jabar ini dilanjutkan dengan longmarch dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Bandung dengan mendatangi pusat-pusat perbelanjaan dan beberapa kantor Pemerintahan.

Lokasi pertama yang didatangi massa PAS adalah kantor Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Jabar yang berada di kawasan perkantoran dan toko ITC Kosambi Kota Bandung. Meski kantor PGI terlihat terkunci namun mereka tetap melakukan orasinya. Dalam orasinya,M.Roin Balad selaku Koordinator PAS Jabar menyampaikan kecaman oleh massa Kristen khusus PIDI terhadap muslim Tolikara yang tengah merayakan Idul Fitri.

“Tindakan massa Kristen Gereja Injili Di Indonesia terhadap Muslim Tolikara adalah kegiatan terorisme dan kejahatan terencana. Ini dibuktikan dengan surat mereka sendiri yang jauh-jauh hari telah disiapkan. Aksi brutal dan biadab yang dilakukan saat kaum muslim tengah ibadah yakni Salat Idul Fitri yang bukan hanya dilakukan muslim Tolikara melain seluruh muslim dunia adalah bukti nyata tindakan teroris kaum Kristen terhadap kaum muslim dimanapun berada. Ini adalah pelanggaran berat HAM dan kejahatan yang terorganisir,”tegasnya.

Ia membandingkan dengan sikap kaum muslimin khususnya di Indonesia terhadap kaum Kristen saat merayakan Natal. Dalam catatannya belum pernah ada perayaan Natal di gereja yang dibubarkan atau dilarang oleh umat Islam. Kalau pun ada,sambungnya,kegiatan ibadah mereka yang dibubarkan bukan pada ibadahnya melainkan tempat ibadahnya yang tidak berijin atau menyalahi hak guna bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi jika kaum Kristen ingin menuntut balas dengan membubarkan kegiatan ibadah kaum muslimin seperti salat Idul Fitri di Tolikara adalah tindakan bodoh,gegabah dan tidak berdasar. Sekarang dunia tahu, siapa kaum yang sejatinya intoleransi dan pemicu konflik ?,” tanyanya yang disambut teriakan “GIDI” oleh peserta aksi.

Berita Terkait
Menempelkan tulisan  protes di kantor PGI wilayah Jawa Barat, atas aksi terorisme yang dilakukan oleh Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) terhadap Muslim Papua.
Menempelkan tulisan protes di kantor PGI wilayah Jawa Barat, atas aksi terorisme yang dilakukan oleh Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) terhadap Muslim Papua.

Untuk pihaknya meminta kepada Pemerintah khususnya aparat kepolisian agar mengusut dan menyelesaikan kasus tersebut secara serius dan transparan. Sebab jika tidak,sambungnya,hanya akan membiarkan bom waktu saja yang dapat meledakan potensi konflik horizontal dikemudian hari. Selain itu ia juga meminta agar pemerintah secara tegas membekukan segala aktivitas jemaat GIDI di seluruh Indonesia karena terbukti telah melakukan tindakan anarkis terhadapat kaum muslimin. Jemaat GIDI menurut penilaian PAS terbukti sebagai kelompok pemicu konflik dan mengancam stabilitas keamanan nasional serta keutuhan NKRI.

Sebelum meninggalkan kantor PGI Jabar,beberapa peserta aksi menempelkan beberapa tulisan yang ke pintu tralis kantor tersebut. Massa aksi melanjutkan dengan longmarch sambil membawa poster dan membagikan selebaran yang berisi pernyataan PAS. Dengan dikawal beberapa aparat kepolisian, massa mengakhiri aksinya di Mapolrestabes Bandung dan Polda Jabar untuk menyerahkan surat pernyataan sikapa. Surat pernyataan tersebut juga dikirim ke beberapa gereja dan perkumpulan kaum nasrani di Kota Bandung.

Beberapa point pernyataan PAS tersebut antara lain:

  1. Menyatakan penyesalan dan prihatin atas tindakan anarkis jemaat GIDI terhadap muslim Tolikara Papua. Tindakan tersebut melanggar UUD 1945 dan hukum internasional yang menjamin kemerdekaan beragama dan kebebasan menjalankan agama.
  2. Meminta pemerintah melalui aparat penegak hokum untuk mengusut dan menindak serta mengadili pelaku secara transparan.
  3. Meminta umat Kristiani untuk tidak memancing kerusuhan dan tindakan intoleransi khususnya terhadap umat Islam dimana pun berada.
  4. Meminta pemerintah melalui kemenkumham agar membekukan hingga membubarkan jemaat atau sekte GIDI karena terbukti dapat membayakan keutuhan NKRI.
  5. Meminta lembaga HAM baik nasional maupun internasional agar bersikap professional,adil,transparan serta berpihak pada kebenaran universal dalam melihat,menilai dan menyelidiki tragedi Tolikara.
  6. Mengajak kaum muslimin dimanapun berada untuk bisa bersikap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis serta tidak terpancing aksi provikatif jemaat GIDI.

(azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Iklan