Protes anti-Islam masih berlanjut di Australia

64

Support Us

MELBOURNE (Arrahmah.com) – Permusuhan dan sentimen anti-Islam meletus di jalan-jalan Australia untuk hari kedua pada Ahad (19/7/2015) saat unjuk rasa itu melakukan pawai yang berlanjut di beberapa tempat di seluruh Australia, sebagaimana dilansir oleh Anadolu Agency.

Di jalan-jalan Canberra, Sydney, Perth, Brisbane dan banyak tempat lainnya, pengunjuk rasa anti-rasisme berkonfrontasi dengan kelompok sayap kanan anti-Islam.

Ancaman kekerasan itu bertemu dengan kehadiran sejumlah besar pasukan polisi berseragam.

Di Sydney pasukan polisi berkuda berusaha untuk memisahkan massa demonstran dari kedua belah pihak yang marah dan meneriakkan yel-yel.

Massa anti-Islam membawa spanduk dan meneriakkan kata: “Usir Muslim!” dan “Larang burqa yang merupakan simbol penindasan,”

Sebaliknya, anti-rasisme membawa spanduk yang bertuliskan: “Hei rasis, pulanglah!”, “Nazi enyahlah dari jalan-jalan kami!”, “Katakan tidak untuk kebodohan!”.

Aktivis anti-rasisme mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa selama pawai pada Sabtu (18/7) di Melbourne pasukan polisi telah melakukan “kekerasan fisik” dan semprotan merica yang disemprotkan tanpa pandang bulu ke tengah-tengah kerumunan massa.

Laporan itu mengklaim bahwa lebih dari 100 orang memerlukan pengobatan.

Berita Terkait

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Melbourne Street Medic Collective dan dikirim ke Anadolu Agency oleh salah satu penyelenggara “Kampanye Melawan Rasisme dan Fasisme,” menyatakan bahwa semprotan pedas itu digunakan atas “orang terluka yang berjuang untuk bernapas, yang sedang pingsan, dan menunggu ambulans.”

Juru bicara Dewan Islam Victoria, Kuranda Seyit, yang menghadiri pawai pada Sabtu (18/7) di Melbourne, mengatakan bahwa penggunaan semprotan merica oleh polisi adalah “over-reaksi.”

Seyit mengungkapkan kesedihannya atas kekerasan yang terjadi dan kurangnya kesopanan yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak.

Di Melbourne pada Sabtu (18/7) ada empat orang ditangkap, sementara pada Ahad (19/7) ada lima orang yang ditangkap saat pengunjuk rasa dari kelompok anti-Muslim “Reclaim Australia” dan sekelompok anti-rasis yang mengusung bendera “Tidak ada Ruang untuk Rasisme,” bentrok di Martin.

Pengunjuk rasa dari anti-rasis Ben Cooper mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa di Sydney sejumlah peserta pawai turun ke jalan-jalan di Melbourne, di mana diperkirakan jumlah itu 10 banding 1 yang mendukung kelompok anti-rasis.

“Ada sekitar 100 aktivis Reclaim Australia di Sydney dan 600 dari kita yang menentang mereka,” kata Cooper.

“Saya juga prihatin dengan pandangan ekstremis fanatik dari Reclaim Australia dan agenda mereka.”

Penyelenggara kampanye “Tidak ada Ruang untuk Rasisme” Mel Gregson mengatakan bahwa pesan yang mereka coba kampanyekan adalah bahwa rasisme dan Islamophobia yang meningkat itu berbahaya, dan tidak hanya untuk ummat Islam tetapi semua kelompok minoritas.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Iklan