Berita Dunia Islam Terdepan

AQIM menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 10 tentara Aljazair di Aljir

2

AFRIKA UTARA (Arrahmah.com) – Al-Qaeda di Maghreb Islam atau Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), cabang resmi Al-Qaeda di Afrika Utara, menyatakan bahwa pejuangnya telah menyerang dan menewaskan lebih dari 10 tentara boneka Aljazair dalam serangan yang terjadi di barat ibukota Aljir akhir pekan lalu.

Penyergapan yang terjadi di daerah Ain Defla itu sebelumnya dikabarkan menewaskan 11 tentara Aljazair menurut BBC pada Ahad (19/7/2015). Al-Jazeera juga melaporkan bahwa 11 tentara tewas ketika mereka pergi ke barak mereka pada liburan lebaran, lansir LWJ.

Setelah serangan itu, para pejuang AQIM dilaporkan telah menyelamatkan diri ke hutan terdekat. Pasukan keamanan Aljazair telah melancarkan operasi untuk memburu Mujahidin, menurut Al-Jazeera.

Pernyataan AQIM tersebut dirilis pada Sabtu (18/7) setelah sebelumnya tersebar laporan yang berbeda mengenai jumlah pasukan yang tewas. Kelompok jihad ini mengatakan bahwa, “Pada malam Idul Fitri, para ksatria Islam berhasil menewaskan 14 tentara dalam sebuah serangan terhadap sekelompok tentara dalam jajaran tentara murtad [mengacu pada tentara boneka Aljazair].”

AQIM menegaskan bahwa serangan itu terjadi di wilayah Ain Defla Aljazair utara. AQIM juga mengatakan bahwa mereka manyita sejumlah senjata dan peralatan musuh dalam serangan itu sebagai ghanimah. Wilayah Ain Defla merupakan wilayah yang dikenal sebagai pusat kegiatan jihad sejak tahun 1990-an.

AQIM mengatakan bahwa serangan itu merupakan tanggapan atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Ahmed Gaid Salah, kepala staf Aljazair, di mana dia “menyatakan bahwa Aljazair telah memberantas dan menghancurkan Mujahidin.” Pemerintah mengklaim telah membunuh atau menangkap lebih dari 100 jihadis sejak Januari, dan bahwa lebih dari 100 pejuang terbunuh tahun lalu. Pesan Al-Qaeda ini diakhiri dengan ucapan selamat hari raya Idul Fitri Mujahidin AQIM “untuk Mujahidin di mana pun berada.”

Serangan itu berlangsung sebulan setelah AQIM menyatakan bertanggung jawab atas dua serangan lainnya di Aljazair. Kelompok ini menargetkan konvoi militer Aljazair dengan IED, menewaskan seorang kolonel, dan menyerang brigade lokal, menewaskan empat pejuang brigade itu. Kedua serangan terjadi di kota Batna, 300 mil sebelah timur Aljir.

Aljazair telah lama dikenal sebagai pusat kegiatan Al-Qaeda di Afrika Utara, tetapi kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, juga mengklaim sebuah cabang di negara ini.

Jundul Khilafah, atau “Tentara Khilafah,” mengaku bertanggung jawab atas pemenggalan turis Perancis Herve Gourdel tahun lalu. Sejak pemenggalan tersebut, kelompok ini telah dilaporkan mengalami kemunduran parah dari militer Aljazair.

Akhir tahun lalu, pemerintah mengatakan bahwa mereka telah membunuh pemimpin Jundul Khilafah dan beberapa anggota lain dari kelompok itu. Pada bulan Mei, lebih dari 20 anggotanya dilaporkan tewas dalam serangan di provinsi Bouira. Pemimpin baru cabang IS di Aljazair juga dikabarkan tewas dalam penyergapan itu.

Sementara itu, cabang AQIM merilis foto bersama dengan pernyataan yang menunjukkan tiga tentara tewas dan sejumlah senjata yang disita sebagai ghanimah dalam serangan itu.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...