Berita Dunia Islam Terdepan

Seruan Syaikh Aiman Al-Zhawahiri: Jihad di Pakistan itu kewajiban

Syaikh Aiman Al-Zhawahiri (hafizahullah)
2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Masa penantian dan bertahan sudah usai. Pertumbuhan kesadaran Mujahidin akan melawan sepak terjang musuh Islam kian signifikan. Bulan haram pun telah kita lewatkan. Namun para penentang da’wah dan penghalang Syari’at Allah semakin mencengkram Bumi Pakistan. Dengan demikian, risalah Islam disana wajib ada pengawalan dan perlindungan.

Oleh karenanya, pasca mempertimbangkan kondisi dan eskalasi tekanan dari pihak milter Salibis, kini Syaikh Aiman Al-Zhawahiri menyerukan perintah perlawanan terhadap negara nuklir itu. Berikut perintah resmi tersebut yang menyerukan kaum Muslimin Pakistan dan dunia berjihad disana, sebagaimana risalah yang diterjemahkan dan dipublikasikan oleh Muqawamah Media Team pada Sabtu (18/7/2015).

***

Bismillaahirrahmaanirraahiim

At-Tahaya Foundation

Unit Penerbitan dan Rilisan

Rilisan Tentang dan Terbitan Perkataan Dr. Aiman Al-Zhawahiri Tentang:

“Sekaranglah Saatnya Berperang!”

yang diterbitkan oleh Yayasan Media Ash-Shahab

Tujuan khusus dari agenda Perang Salib di Pakistan adalah untuk memberantas sel-sel para mujahidin dan menghancurkan negara nuklir ini (Pakistan) dan memecah belahnya menjadi negara-negara yang lebih kecil, sebagaimana yang diinginkan musuh dalam parade perang Salib mereka.

Sehingga, tidak ada pilihan lain, satu-satunya harapan untuk menyelamatkan Pakistan dari nasib buruk karena bencana ini hanyalah dengan jihad.

Oleh karena itu, pada kenyataannya, Amerika Serikatlah yang mengendalikan dan menguasai negeri Pakistan, sekaligus menyuap dan memerintah pemerintah Pakistan melalui Duta Besarnya demi meletakkan negara ini di belakang barisan perang salib kontemporer.

Hal ini sangat terlihat dari upaya-upaya pemerintah Pakistan dalam memerangi kaum Muslimin dan Mujahidin sekaligus mengorbankan kehidupan dan martabat Pakistan, demi ambisi egois mereka yang kotor, mereka rela menjual agama dan kehormatan mereka kepada tentara salib.

Sebaliknya, lembaga-lembaga politik yang tersisa telah lumpuh dan terperosok dalam rawa korupsi atau tidak mampu mampu memanfaatkan kesempatan untuk menyelamatkan Pakistan dari posisi suram dan mengubah Pakistan untuk sebuah negara Islam.

Oleh karena itu, satu-satunya kekuatan yang mampu melakukan perubahan terhadap sistem rusak ini menuju sistem Islam ini hanyalah kekuatan Jihadiyah.

Hari ini, Mujahidin melawan tentara salib di Afghanistan, pada saat yang sama, mereka menghadapi serbuan peluru dan bombardemen Amerika dan di Pakistan. Ironisnya, Dinas Militer dan Keamanan Pakistan justru menikam punggung mereka secara licik. Namun, meski menghadapi semua itu, mujahidin mampu membuat kemenangan dan terus bergerak untuk membebaskan wilayah-wilayah yang ada. Ini adalah salah satu pertanda kemenangan dan hasil yang baik dalam peperangan kita melawan mereka dengan pertolongan Allah.

Dan sungguh, para ahli hukum Islam telah bersepakat bahwa sesungguhnya jika musuh-musuh yang kafir memasuki negara-negara Muslim, maka telah wajib bagi seluruh penduduk negara itu- dan penduduk negara tetangganya jika diperlukan-untuk berjihad mengusir musuh yang menyerang.

Hari ini Amerika menduduki Afghanistan dan Pakistan; jadi setiap Muslim di Pakistan harus bergerak untuk melawan mereka, tugas ini saya tujukan untuk setiap Muslim di Pakistan, agar mereka bergabung dengan mujahidin dan bahwa-setidaknya-untuk mendukung Jihad di Pakistan dan Afghanistan baik dengan uang, nasihat, pengalaman, informasi dan komunikasi, tempat penampungan dan segala sesuatu yang dapat dipersembahkan di jalan Allah ini.

Link teks Asli:
Doc
http://www.gulfup.com/?3n5Z2o
PDF
http://www.gulfup.com/?jb4YTc

Maka, inilah saatnya para pembela Islam mengawal kelanjutan estafeta Risalah Islam di Bumi Pakistan dengan kekuatan. Sekarang lah waktunya Muslimin melindungi dan mendukung Mujahidin dari rezim-rezim lacut sesuai dengan syari’at qital yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam teladankan. Bismillah.

(adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...