Menuai protes, Thailand akhirnya menolak permintaan Cina untuk memulangkan Muslim Uighur

108

Support Us

BANGKOK (Arrahmah.com) – Berusaha untuk meredakam kecaman Internasional atas keputusannya yang memulangkan hampir 100 Muslim Uighur ke Cina, pemerintah Thailand pada Jum’at (10/7/2015) mengatakan telah menolak permintaan dari Beijing untuk mengembalikan semua migran Uighur yang saat ini sedang berada di kamp-kamp penahanan, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Pemulangan imigran Uighur itu telah menuai kecaman internasional, dan memicu protes besar-besaran di Turki, yang merupakan negara asal dari sebagian Muslim Uigur. Beberapa warga Turki memiliki ikatan emosional yang kuat secara budaya dan agama dengan Uighur terutama Muslim, yang berbicara bahasa Turki.

Cina menuding beberapa pemerintah asing dan pasukanmencoba untuk mengeksploitasi isu Uighur untuk tujuan mereka sendiri dan mengatakan bahwa hal itu merupakan kerja sama yang normaldengan Thailand untuk mengekang imigrasi ilegal.

Kolonel Weerachon Sukhondhapatipak, juru bicara wakil pemerintah Thailand mengatakan bahwa sejalan dengan perjanjian internasional dan hukum internasional“, pihaknya harus memverifikasi kewarganegaraan dari semua migran Uighur sebelum memutuskan nasib mereka.

“Ini tidak seperti bahwa Cina secara tiba-tiba meminta Uighur dan kami memulangkan mereka begitu saja. Cina meminta semua Muslim Uighur yang ada di Thailand untuk dipulangkan tetapi kami berkata bahwa kami tidak bisa melakukan itu,” katanya kepada wartawan.

Menurut Weerachon, Thailand telah mengidentifikasi lebih dari 170 warga Uighur sebagai warga negara Turki dan mengirim mereka ke Turki selama bulan lalu, sementara hampir 100 Uighur dikirim kembali ke China. Lima puluh orang lainnya masih perlu diverifikasi kewarganegaraan mereka.

Berita Terkait

Komisaris Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) sangat mendesak Cina untuk memastikan warga Uighur mendapatkan perlakuan yang tepat.

Pada Jum’at (10/7) Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan bahwa Uighur menghadapi penganiayaan di Cina.

Ratusan atau kemungkinan ribuan Muslim Uighur melarikan diri dari wilayah Xinjiang di Cina karena mengalami penindasan. Etnis Uighur kemudian melakukan perjalanan secara sembunyi-sembunyi melalui Asia Tenggara menuju Turki.

Perlakuan Cina terhadap etnis Uighur yang memiliki hubungan darah dengan Turki menjadi isu sensitif, terutama di negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan. Hubungan bilateral antara Turki dan Cina menjadi memburuk, utamanya menjelang kunjungan Erdogan ke Beijing bulan ini.

Erdogan berencana membahas masalah warga Uighur ketika dia bertemu dengan pejabat China di Beijing.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Gantz hadapi tekanan dari partainya untuk bubarkan Knesset

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Anggota Partai Biru dan Putih "Israel" menekan pemimpin mereka Benny Gantz, Menteri Pertahanan "Israel", dan Perdana Menteri Pengganti, untuk membubarkan Knesset dan memaksa negara itu memasuki pemilihan keempatnya…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Pasukan keamanan Irak mulai ditempatkan di Sinjar

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan keamanan Irak pada Selasa mulai melaksanakan rencana penempatannya di pusat distrik Sinjar di provinsi Niniwe utara. "Rencana untuk mengerahkan pasukan keamanan di pusat Sinjar telah dilaksanakan oleh…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Iklan