Berita Dunia Islam Terdepan

Ifthar bersama pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Kota Langsa

Buka puasa bersama pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Kota Langsa, Aceh Senin (6/7/2015).
3

KOTA LANGSA (Arrahmah.com) – Dalam rangka menjalankan amanah menyalurkan bantuan kepada pengungsi Muslim Rohingya dan Bangladesh yang hingga kini masih berada di bumi Aceh, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui Posko HTI Peduli Muslim Rohingya menggelar buka puasa (ifthar) bersama di Kamp Pengungsian Kota Langsa, Senin (6/7/2015).

Kali ini sumber dana kegiatan buka puasa bersama tersebut sebagian besar berasal dari penggalangan yang dilakukan oleh relawan HTI Riau. Selain memberikan bantuan yang diserahterimakan secara simbolis kepada HTI DPD II Kota Langsa yang diwakili oleh Ustad Ihsan senilai Rp. 91.001.650, sejumlah relawan HTI Riau juga ikut hadir dalam kegiatan buka puasa bersama guna melihat langsung kondisi saudara seakidah dan memberikan tausiyah singkat oleh ustad Uman.

Dalam tausiyahnya Ustad Usman memaparkan bahwa sesama muslim adalah bersaudara dan mengingat pentingnya ukhuwah Islamiyah dengan ikatan tertingginya adalah aqidah Islamiyah sehingga menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling membantu.

“Ikatan tertinggi adalah ikatan berdasarkan akidah Islam dan ikatan ini lebih tinggi dari ikatan kebangsaan. Dan di akhirat kelak kita akan dikumpulkan oleh Allah SWT sebagai kaum Muslim yang beriman, bukan berdasarkan Rohingya, Bangladesh atau Indonesia sehingga hakikatnya kita semua umat Islam adalah sama dan wajib bagi kita untuk bersatu dalam persaudaraan Islam” papar Ustad Usman dalam tausiyahnya, lansir HTIpress.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan untuk mewujudkan persaudaraan Islam yang lebih kokoh tidak lain hanyalah dengan berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah Islamiyah. Dengan tegaknya Khilafah, umat Islam akan menjadi umat yang kuat sebagaimana yang Allah janjikan dalam Alquran Surat An-Nur Ayat 55.

Pada kesempatan tersebut, juga ikut mengundang para nelayan Aceh Kota Langsa yang telah menyelamatkan mereka di laut. Suasana haru dan rasa persaudaraan islam pun kian hangat terbangun dalam kegiatan buka puasa pada sepuluh kedua bulan suci ramadhan 1436 H. Selanjutnya acara diakhiri dengan pembacaan doa sekaligus menikmati takjil dan hidangan berbuka puasa yang telah disediakan panitia. (azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...