Berita Dunia Islam Terdepan

Serangan Islamofobia meningkat 23,5 persen di Perancis

A member (L) of the Collective against Islamophobia in France (CCIF) distributes French pastries, called "pain au chocolat," in front of the Saint-Lazare railway station on October 10, 2012 in Paris to protest against the October 5 remarks made by the general secretary of the rightist French Union for a Popular Movement (UMP) party, Jean-Francois Cope, to UMP supporters in Draguignan about a boy who allegedly had his "pain au chocolat" stolen by "thugs" during the fasting month of Ramadan. AFP PHOTO / THOMAS SAMSON (Photo credit should read THOMAS SAMSON/AFP/GettyImages)
2

PERANCIS (Arrahmah.com) – Tindakan Islamofobia di Perancis telah meningkat 23,5 persen dalam enam bulan pertama tahun 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebuah organisasi non-pemerintah Perancis mengungkapkan dalam sebuah laporan baru, sebagaimana dilansir WB pada Sabtu (4/7/2015).

Angka tersebut dirilis hari Kamis (2/7) dalam sebuah laporan berjudul “Islamofobia di Perancis enam bulan setelah serangan teroris Januari 2015” oleh organisasi bersama melawan Islamofobia di Perancis yang berbasis di Paris.

“Serangan terhadap masjid, ancaman pembunuhan terhadap wanita berkerudung, anak-anak sekolah dipermalukan oleh guru mereka, siswa perempuan dilarang mengenakan rok panjang, pemrofilan agama anak-anak Muslim, propagasi pidato kebencian dan bahkan deklarasi perang terhadap umat Islam yang digambarkan sebagai kolom kelima, konsekuensi yang telah dan masih mengerikan bagi umat Islam,” ungkap laporan itu.

Selain itu, serangan fisik meningkat 500 persen dan serangan verbal 100 persen selama bulan-bulan awal tahun 2015, kata laporan itu, menambahkan bahwa wanita termasuk di antara korban pertama Islamofobia.

“Diskriminasi dan kekerasan terhadap orang dewasa sekarang bertambah dengan penghinaan yang diderita anak-anak Muslim yang banyak disalahkan atas serangan teroris,” ungkap laporan itu.

Laporan itu juga menyebut dialog baru antara perwakilan Muslim dan Kementerian Dalam Negeri Perancis, mencatat bahwa kementerian telah “mendesak aparat kepolisian untuk menerima pengaduan dari korban Islamofobia”.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...