Berita Dunia Islam Terdepan

Surat Mujahid Taliban untuk Jubir ISIS Abu Muhammad Al-Adnani dan pengikutnya

Mujahidin Taliban Afghanistan
12

(Arrahmah.com) – Juru bicara kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, Abu Muhammad Al-Adnani, pada Selasa (23/6/2015) lalu, kembali muncul dengan pidato audio terbarunya setelah lama tidak terdengar di media.

Al-Adnani sebelumnya telah sangat mengingkari bahwa Jamaah Daulah mengafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin yang memerangi mereka, dan bahwa dia juga berlepas diri dari klaim bahwa memerangi Daulah adalah pembatal keislaman, dia bahkan mendoakan laknat Allah ditimpakan atas dirinya jika dia berdusta.

Namun hari ini Al-Adnani justru telah membuka dadanya sendiri agar dilihat oleh seluruh umat, dan mengakui bahwa dia dan jamaahnya memang beri’tikad seperti apa yang dia bantah dalam mubahalahnya dahulu. Bahwa dia akhirnya mengakui perkara yang setahun lalu coba dia sembunyikan.

Seorang Mujahid Taliban dan tentara Mullah Muhammad Umar Mujahid menyampaikan sebuah surat yang khusus ia tujukan kepada Al-Adnani, juru bicara resmi ISIS itu. Berikut terjemahannya.

Kepada Al-Adnani yang terlalaikan

Abu Muhammad Al-Adnani, juru bicara kaum khawarij ISIS
Abu Muhammad Al-Adnani, juru bicara kaum khawarij ISIS


Sebenarnya aku tidak ingin mengomentari perkataanmu kalau bukan karena caci makianmu dan kesombonganmu terhadap para mujahid. Dan barangsiapa yang mengatakan sesuatu yang tidak selayaknya, maka dia akan mendengar apa yang tidak diinginkannya.

Wahai Al-Adnani yang menyedihkan!

Belum lama ini, kalian menggunakan taqiyah, kalian mengatakan bahwa, “Kami tidak mengafirkan Taliban. Sesungguhnya Taliban memiliki keutamaan atas kami dan barangsiapa yang tidak berterimakasih kepada sesama manusia, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah.” Namun hari ini engkau muncul dan mengafirkan mereka seluruhnya, tidak hanya Taliban bahkan mengafirkan jama’ah-jama’ah mujahidin terdahulu yang tidak dipungkiri lagi keutamaannya kecuali oleh orang bodoh atau pembangkang.

Wahai engkau yang banyak omong kosong!

Apakah engkau mengira Taliban akan takut dengan ancamanmu, atau Taliban akan tunduk di depanmu seraya mengakui tuduhanmu kepadannya dan menyatakan taubat di depan anak-anak mu? Demi Allah tidak… Sesungguhnya kaum ini sedang menertawakanmu, mujahidin melaknatmu heran akan kelalaianmu dan lamunanmu.

“Dan tidaklah orang yang memiliki kehormatan itu, akan menampakkan keburukannya kepada sanak keluarganya.”

“Dan perangai itu tidak terjamin muncul darinya, sedangkan dia melakukan sesuatu yang dia ucapkan.”

“Aku tidak hanya berlatih memanah saja, dan jika tunggangan itu terpelanting maka aku tetap kokoh.”

“Dan aku, tidak kudapatkan baju besi itu untuk dijual. Setiap orang itu akan meninggalkan harta yang dia usahakan.”

Wahai engkau yang terlalaikan!

Engkau pasti mengira bahwa orang-orang yang telah membai’atmu dari Khurasan adalah para mujahidin yang jujur. maka demi Allah tidak! Ketahuilah sesungguhnya tentara kalian itu adalah kumpulan orang-orang bodoh lagi awam, dan sekumpulan antek mata-mata intelijen thoghut.

Wahai engkau yang terlalaikan!

Sesungguhnya Imarah Islam telah menyampaikan hujjah kepadamu dengan ucapan yang lembut. Namun engkau malah membalas dengan tuduhan-tuduhan yang biasa dilontarkan oleh musuh-musuh Allah salibis.

Ketahuilah, sejarah telah menyaksikan bahwa daulah jahatmu, intelijen Amerika, Pakistan serta intelijen Afghanistan pada hari ini berada di satu barisan melawan Mujahidin Taliban.

Wahai engkau yang terlalaikan!

Jangan sekali-kali engkau mengira bahwa kami akan diam atas deklarasi perang kalian atas kami dan atas kejahatan kalian. Demi Allah tidak!

لا تطمعوا ان تهينونا و نكرمكم

و ان نكف الاذى عنكم و تؤ ذونا

والأيام بيننا وسيعلم الذين ظلموا أي منقلب ينقلبون

“Jangan kalian tamak merendahkan kami, sementara kami memuliakan kalian.

Dan kami akan menahan diri untuk tidak menyakiti kalian sementara kalian menyakiti kami.

Dan hari-hari itu akan dipergilirkan di antara kita dan orang-orang yang dzalim itu akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan.”

Ditulis oleh:

Tentara Mullah Umar, Abu Sholeh Al-Kabuli

(aliakram/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...