Perguruan Tinggi Muslim India melarang mahasiswa memakai pakaian tidak sopan

202

Support Us

KERALA (Arrahmah.com) Sebuah perguruan tinggi Islam di India telah memperkenalkan peraturan untuk tahun ajaran baru ini yang melarang mahasiswanya memakai pakaian jeans ketat, atasan pendek dan legging, dalam keputusan yang dipuji oleh para orang tua mahasiswa siswa untuk mendorong perilaku sopan di kampus.

Setiap tahun kami meminta kepada mahasiswa untuk tidak memakai celana jeans dan atasan pendek,” kata Profesor B Seethalakshmi, pimpinan Perguruan Tinggi Muslim, kepada NDTV, Senin (29/6/2015), sebagaimana dilansir oleh onislam.

“Bagaimanapun, ada beberapa mahasiswa yang memakai pakaian tersebut. Tapi karena mereka tidak mendengarkan, kami mengeluarkan peraturan tentang pakaian dari tahun akademik ini.

Menurut kepala sekolah, keputusan itu datang setelah beberapa mahasiswa menghadiri kuliah sambil mengenakan celana jins ketat, atasan pendek dan legging yang dianggap tidak sopan.

Berdasarkan peraturan baru yang mulai berlaku pada 8 Juli nanti, mahasiswi di perguruan tinggi Islam itu diwajibkan memakai salwar, churidar, dan mantel.

Masiswa yang mengenakan busana Muslimah seperti hijab, cadar dan mafta atau jilbab akan diizinkan untuk masuk perguruan tinggi yang dikelola oleh Muslim Educational Society (MES) di Nadakavu, Kozhikode.

Berita Terkait

Keputusan perguruan tinggi Islam itu telah memicu reaksi beragam di kalangan aktivis hak-hak perempuan.

Kita harus ingat konteks budaya. Ada suatu masa ketika wanita tidak bisa berjalan dengan wajah mereka yang terbuka di sini,” kata Sandhya SN, seorang aktivis.

“Perintah ini harus dilihat dalam konteks yang berkembang. Dan akhirnya, orang menerima perintah ini sebagai perintah yang dianggap usang,” tambahnya.

Advokat Renjitha dari organisasi perempuan Sakhi mengatakan: “ini tidak bisa diterima. Seragam ok. Mereka untuk semua orang. Tetapi sebuah aturan berpakaian, di mana diseleksi pakaian yang boleh dipakai dan pilihan jenis pakaian yang lain dipandang rendah merupakan hal yang degeneratif.”

Pada Agustus lalu, ada beberapa sekolah yang dikelola oleh nonMuslim di Kerala, India selatan, mengeluarkan keputusan yang mengizinkan pemakaian kerudung dari kelas I, dalam menanggapi permintaan para orang tua Muslim.

Muslim di India berjumlah sekitar 160 juta dari total 1,1 miliar penduduk. India memiliki populasi Muslim terbesar ketiga di dunia setelah Indonesia dan Pakistan.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Analis: Pertemuan rahasia "Israel"-Saudi mengirim pesan kuat kepada Biden soal Iran

RIYADH / JERUSALEM (Arrahmah.com) - Pertemuan bersejarah antara perdana menteri "Israel" dan putra mahkota Arab Saudi telah mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu dan musuh bahwa kedua negara tetap berkomitmen kuat untuk menahan musuh…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Munarman: FPI Tidak Bisa Dikapitalisasi Kepentingan Politik

JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan banyak pihak yang mencoba memanfaatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk kepentingan politik, tetapi tidak berhasil. Hal tersebut diungkapkan Munarman dalam tayangan YouTube…

Iklan