Berita Dunia Islam Terdepan

Pasukan pengecut “Israel” menembak dan melukai anak Palestina di Kafr Qaddum

1

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pasukan pengecut “Israel” menembak dan melukai seorang anak Palestina berusia 14 tahun dengan peluru tajam pada Sabtu (27/6/2015) ketika mereka menembaki sebuah aksi protes warga Palestina di desa Tepi Barat Kafr Qaddum dekat Qalqiliya.

Seorang koordinator perlawanan rakyat setempat, Murad Shteiwi, mengatakan bahwa ratusan warga Palestina mengambil bagian dalam aksi tersebut, di mana barikade “Israel” menutup pintu masuk utama di sisi selatan desa.

Puluhan tentara “Israel” dilaporkan menembakkan peluru dan gas air mata pada para peserta aksi hingga mengakibatkan Mohammad Abdul Ilah (14) tertembak di bagian paha.

Ia dibawa ke Rumah Sakit Rafidia untuk perawatan, kata Shteiwi, sebagaimana dilansir Ma’an pada Sabtu (27/6/2015).

Shteiwi mengatakan bahwa aksi pada hari Sabtu itu dilakukan dalam menanggapi peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh militer penjajah “Israel”.

Ia mengatakan bahwa kegiatan itu adalah tambahan untuk aksi protes mingguan desa, yang diadakan pada hari Jum’at untuk menyerukan dibukanya kembali pintu masuk selatan desa, yang telah ditutup selama 13 tahun.

Pada hari Jum’at, puluhan aktivis Palestina dan asing menderita inhalasi gas air mata berlebihan ketika pasukan “Israel” membubarkan aksi protes mingguan desa.

Awal bulan ini, pada 12 Juni, lima warga Palestina terluka, termasuk dua diantaranya kritis, ketika pasukan “Israel” menembaki para peserta aksi mingguan.

Kafr Qaddum telah kehilangan sebagian besar wilayah yang dirampas oleh pasukan pendudukan “Israel” dan digunakan untuk pemukiman “Israel”, pos-pos dan tembok pemisah, di mana semua itu dinilai ilegal menurut hukum internasional.

Menurut Applied Research Institute of Jerusalem, lebih dari 10 persen lahan desa telah disita untuk pembentukan pemukiman saja – Kedumim, Kedumim Zefon, Jit, dan Givat HaMerkaziz.

Wilayah Palestina yang diakui secara internasional telah diduduki oleh militer “Israel” sejak 1967.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...