ISIS bangga merilis foto 2 Mujahidin Taliban yang mereka bunuh

328

Support Us

(Arrahmah.com) – Taring-taring pengkhianatan kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, kembali menikam punggung Imarah Islam Afghanistan (IIA) ketika IIA beserta para mujahidnya tengah bekerja keras membebaskan kabupaten demi kabupaten di seluruh Afghanistan dari cengkeraman rezim boneka Amerika-Ashraf Ghani dan mengembalikan cahaya tauhid di bumi Afghanistan.

Bukannya bertaubat dan memperbaiki diri, “Daulah” pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ini justru dengan bangganya mengumumkan bahwa mereka telah menewaskan dua komandan IIA. Mereka bahkan mengklaim dua komandan jihad itu -semoga Allah menerima mereka sebagai syuhada- sebagai “perusak” (halaak), lansir Muqawamah Media pada Sabtu (27/6/2015).

Padahal, sampai saat ini IIA, yang juga dikenal sebagai Taliban, tidak pernah mengumumkan perlawanan terhadap Daulah Baghdadi. Sebaliknya, Taliban justru mencoba untuk menghindari pertempuran dengan mereka di Afghanistan.

Pengkhianatan ISIS dan pembunuhan mereka terhadap para Mujahid Afghanistan yang telah berjuang dalam pertempuran melawan Amerika, 13 tahun sebelum kelahiran Daulah palsu lagi pengkhianat ini, semakin memperjelas sikap mereka bahwa, mereka bukan saja mengafirkan orang-orang yang memerangi mereka, tetapi mereka bahkan memerangi pihak-pihak yang tidak mau berperang melawan mereka!

Sungguh mubahalah juru bicara ISIS, Abu Muhammad Al-Adnani telah terbukti, dan dia telah termakan oleh mubahalahnya sendiri. Sungguh celakalah Al-Adnani, yang telah meminta agar Allah mengutuknya, ketika dia mengajak Syaikh Abu Abdullah Asy-Syami untuk bermubahalah, ketika dia mencoba membela diri dengan bersumpah bahwa Daulah Bathilnya itu tidak mengafirkan orang-orang yang menyerangnya.

Berita Terkait

Dan sungguh celakalah “Daulah” ini, yang dengan bangga memamerkan upaya mereka untuk membunuhi kaum Muslimin di timur dan barat. Upaya IIA untuk menasihati dan membimbing mereka, untuk kembali pada jalan persatuan dan jihad justru berbalas dengan pengkhianatan dan pembunuhan.

Sungguh kesyahidan komandan-komandan IIA ini hanyalah rentetan dari korban-korban Khawarij di tanah Khurasan, setelah sebelumnya mereka memenggal 10 Mujahidin Taliban, memenggal Syaikh Saad Imarati komandan Taliban yang bertaubat setelah tertipu oleh mereka, serta Maulawi Mir Ahmad Ghul Hashmi.

Semoga Allah menghancurkan dan membasmi mereka, serta menyelamatkan Islam dan kaum Muslimin dari kejahatan Daulah Baghdadi ini.

IMG-20150627-WA0015-800x450
Komandan IIA yang dibunuh ISIS
IMG-20150627-WA0016-800x450
Komandan IIA yang dibunuh ISIS

(aliakram/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Pejabat Zionis: Dunia harus berterima kasih pada "Israel" atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang pejabat "Israel" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada hari Sabtu (28/11/2020) bahwa dunia harus berterima kasih kepada negaranya atas pembunuhan sosok yang diduga dalang…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Lakukan aksi mogok makan selama 103 hari demi bisa keluar dari penjara

JENIN (Arrahmah.com) - Mantan tahanan "Israel" asal Palestina, Maher Al-Akhras, berhasil bebas dari penjara. Otoritas "Israel" membebaskan Al-Akhras pada Kamis (26/11/2020), setelah ia melakukan mogok makan selama 103 hari. "Tekad saya…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Irak kerahkan tentara dan polisi ke Nasiriyah menyusul bentrokan mematikan

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan pengerahan pasukan dan polisi di Nasiriyah, ibu kota Provinsi Dhi Qar, untuk memulihkan ketenangan di kota itu menyusul bentrokan kekerasan antara pengunjuk rasa…

'Israel' peringatkan warganya agar tidak bepergian ke UEA dan Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke UEA dan Bahrain karena khawatir akan tanggapan Iran terhadap pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh, Al-Khaleej Online melaporkan.…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Iklan