Berita Dunia Islam Terdepan

Majalah Resurgence keluarkan edisi eksklusif yang mengupas kehidupan Syaikh Azzam Al-Amriki

Syeikh Azzam Al-Amriki yang menjadi topik utama dalam Majalah Resurgence edisi 02
1

(Arrahmah.com) – Majalah Resurgence besutan As-Sahab Media, media resmi milik Mujahidin Al-Qaeda mengeluarkan edisi eksklusif yang mengupas secara mendalam mengenai kisah kehidupan Syaikh Azzam Al-Amriki atau Adam Yahya Gadahn
rahimahullah.

Syaikh Adam Yahya Gadahn dilahirkan pada 1 September 1978 di Oregon, Amerika Serikat. Ia memeluk Islam pada tahun 1995 di Masjid California dan menjadi orang yang paling dicari oleh FBI sejak tahun 2004.

Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa Syaikh Azzam Al-Amriki telah memeluk Syahid (In Syaa Allah) dalam serangan udara pengecut oleh Amerika serikat awal tahun ini.

Kematiannya datang ketika beberapa tokoh terkemuka dalam gerakan Jihad seperti Syaikh Ibrahim Al-Rubaish, Syaikh Harith An-Nadhari, Syaikh Abu Muhammad Al-Dagestani, Syaikh Nasr bin Ali Al Anisi, Syaikh Majduddin Hamam Al-Misri dan banyak
lainnya, telah memenuhi janjinya kepada Allah dengan menawarkan darah mereka di jalan-Nya.

Beberapa minggu sebelum Syaikh Azzam Al-Amriki syahid, Ustadz Ahmad Faruq (Raja Muhammad Salman) juga syahid dalam serangan pengecut pesawat tak berawak AS.

“Amerika telah mengabaikan fakta bahwa dibutuhkan lebih dari rudal untuk membunuh seseorang seperti Ahmad Faruq,” tulis redaktur Majalah Resurgence yang dirilis baru-baru ini.

“Ia akan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain yang akan mengikuti jejaknya, in syaa Allah.”

Syeikh Adam Yahya Gadahn memberikan kontribusi luar bisa untuk media Jihad, terutama As-Sahab. Tidak diragukan lagi, itu merupakan salah satu prestasi besar dalam hidupnya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa dia adalah tim media satu orang, sebagai penulis naskah, merekam, menerjemahkan, dubbing, mengedit dan memproduksi dokumenter sendiri. Kemampuannya untuk berimprovisasi dan membuat yang terbaik dari sumber daya yang tersedia, sangat luar biasa.

“Dalam beberapa tahun terakhir, akses ke internet, televisi atau surat kabar menjadi terbatas dan ia terpaksa mengandalkan radio untuk menjaga dirinya tetap mengikuti perkembangan di seluruh dunia,” tulis Resurgence.

Dalam wawancara panjang yang dilakukan tim Resurgence terhadap Syaikh Azzam Al-Amriki, ia mengatakan motivasinya untuk terjun dalam medan Jihad: “Saya termotivasi oleh dua hal khususnya, dorongan untuk membantu dan membela Muslim yang teraniaya dan tertindas di mana pun mereka berada, serta dorongan untuk membantu pembentukan negara Islam.” Ma syaa Allah. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...