Kembali berulah, Budhis Burma menyerukan pelarangan hijab di sekolah-sekolah

59

Support Us

RANGOON (Arrahmah.com) – Memperparah ketegangan agama di Burma, sekelompok Budhis berpengaruh menyerukan pelarangan hijab di sekolah-sekolah, mengklaim bahwa penggunaan hijab oleh Muslimah “tidak sejalan dengan disiplin sekolah”.

“Kami akan menuntut pemerintah secara serius untuk melarang siswa Muslim mengenakan burqa di sekolah-sekolah pemerintah dan melarang pembunuhan hewan yang tak berdosa saat hari raya mereka (Idul Adha),” ujar organisasi yang mengklaim
melindungi “ras dan agama” di Burma, Ma Ba Tha, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Guardian pada Senin (22/6/2015).

Tuntutan Ma Ba Tha diumumkan selama konferensi akhir pekan lalu yang digelar di Rangoon untuk membahas rencana untuk mempromosikan “agenda nasionalis” menjelang pemilu tahun ini.

Dihadiri sekitar 1.300 biksu, konferensi tersebut merilis daftar rekomendasi untuk ditegakkan di wilayah yang memiliki komunitas Muslim.

Menjelaskan pergerakan tersebut, biksu Ma Ba Tha, U Pamaukkha mengklaim: “Ketika mereka (Muslim) tinggal di Myanmar, mereka harus mematuhi hukum dan peraturan negara.”

“Kami tidak menargetkan atau menyerang agama mereka,” lanjutnya mengklaim.

Berita Terkait

Kelompok ini sangat nyata kebenciannya terhadap Muslim, mereka terus memantau “kejahatan oleh non-Budhis” dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita mengenai “ancaman” terhadap Budhis di Burma.

Namun fakta di lapangan mengatakan bahwa di tahun 2012 dan 2013, serangan oleh Budhis Burma telah meninggalkan ratusan Muslim rohingya terbunuh dan lebih dari 140.000 lainnya harus lari dari rumah mereka.

Banyak yang kini tinggal di kamp-kamp pengungsian akibat ledakan kekerasan sektarian.

Dibentuk dua tahun lalu, Ma Ba Tha telah berulangkali dikecam karena menyebarkan kekerasan antar-komunal di negara yang tengah bergolak.

Para pengamat memperingatkan pengaruh negatif dari gerakan tersebut bagi negara.

“Ma Ba Tha telah menjadi kekuatan politik yang tidak dapat dimintai pertanggung jawaban dan sombong berdasarkan ekstrimisme agama dan pandangan sosial,” ujar David Mathieson, seorang peneliti senior di organisasi Burma untuk Hak Asasi Manusia seperti dilansir Guardian.

Selama beberapa minggu terakhir, ribuan pengungsi Rohingya melarikan diri dari Burma, terombang-ambing di lautan dan mendarat di Malaysia, Indonesia dan Thailand. Mereka telah ditolak mendapatkan hak-hak kewarganegaraan sejak amandemen undang-undang kewarganegaraan tahun 1982 dan mereka diperlakukan seperti imigran ilegal di rumah mereka sendiri. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Gantz hadapi tekanan dari partainya untuk bubarkan Knesset

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Anggota Partai Biru dan Putih "Israel" menekan pemimpin mereka Benny Gantz, Menteri Pertahanan "Israel", dan Perdana Menteri Pengganti, untuk membubarkan Knesset dan memaksa negara itu memasuki pemilihan keempatnya…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Iklan