Di Cina, Muslim dilarang berpuasa, festival bir digelar

96

Support Us

BEIJING (Arrahmah.com) – Salah satu kabupaten di Xinjiang Cina telah memicu kemarahan ummat Islam setelah mengadakan festival bir menjelang bulan Ramadhan, sedangkan di sisi lain ummat Islam dilarang berpuasa.

Ini adalah provokasi terbuka untuk agama Islam,” Dilxat Raxit, juru bicara kelompok pengasingan Kongres Uighur Dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan email kepada Reuters, Senin (22/6/2015), sebagaimana dilansir oleh onislam.

Festival bir diadakan di wilayah Niya di selatan Xinjiang, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

“Kompetisi bir ini bervariasi dan menghibur,” ungkap pemerintah, dan mengatakan juga bahwa ada hadiah berupa uang tunai hingga 1.000 yuan ($ 161) bagi pemenang kompetisi ini.

Berita tentang acara tersebut muncul dalam sebuah artikel yang dikutip di situs berita pemerintah daerah pada Ahad (21/6).

Tujuannya adalah memanfaatkan budaya modern untuk mencerahkan kehidupan budaya desa, mempersempit ruang untuk promosi agama ilegal dan menjamin desa ini harmoni dan stabilitas,kata situs web itu.,

Festival yang berlangsung beberapa hari sebelum Ramadan ini dipandang sebagai tindakan yang memprovokasi ummat Islam yang sedang menyambut bulan puasa Ramadhan.

Selain itu, disusul laporan bahwa pemberitahuan resmi yang menyerukan kepada anggota Partai Komunis, pegawai negeri sipil, siswa dan guru pada khususnya untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Berita Terkait

Setiap tahun, pemerintah Cina telah berulang kali mengenakan pembatasan untuk menjalankan ibadah puas bagi Uighur Muslim di wilayah barat laut Xinjiang setiap Ramadan.

Sebelumnya pada bulan Desember, Cina melarang pemakaian jilbab bagi masyarakat di Urumqi, ibukota provinsi Xinjiang.

Peraturan tersebut datang saat Beijing menggencarkan kampanye melawan ekstremisme agamayang disalahkan atas kekerasan yang terjadi baru-baru ini.

Muslim Uighur adalah etnis minoritas berbahasa Turki berjumlah sekitar delapan juta di wilayah Xinjiang barat laut.

Xinjiang, yang aktivis menyebutnya sebagai Turkestan Timur, telah otonom sejak tahun 1955 namun terus menjadi sasaran tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Cina.

Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang Cina melakukan represi agama terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama terorisme.

Sebelumnya pada tahun 2014, Xinjiang melarang mempraktekkan agama di gedung-gedung pemerintah, serta mengenakan pakaian atau logo yang terkait denganekstremisme agama”.

Mei lalu, toko-toko Muslim dan restoran di sebuah desa di barat laut Cina Xinjiang telah diperintahkan untuk menjual rokok dan alkohol.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

Tidak ada penghormatan bagi tahanan Palestina yang meninggal di penjara "Israel"

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Pintu rumah keluarga Baroud telah ditutup untuk selamanya. Penghuninya, Raya Baroud dan putra satu-satunya, Fares, tewas di bawah tekanan pendudukan "Israel". Keluarga tersebut telah menanggung rasa sakit dan…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Muslim di Bihar Dilarang Membangun Masjid

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Komunitas Hindu keberatan dengan pembangunan masjid di sebuah desa di perbatasan Bargania, distrik Sitamarhi, Bihar, kata penduduk Muslim di desa itu. Mahmood, seorang warga desa, mengatakan para tetua dari…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

Iklan