Berita Dunia Islam Terdepan

Tarawih di Masjid Raya Pekanbaru dipimpin imam dari Madinah

Kaum Muslimin sedang shalat
3

PEKANBARU (Arrahmah.com) – Pengurus Masjid Raya Pekanbaru, Riau, kembali menghadirkan imam dari luar negeri untuk menjadi imam shalat tarawih selama Ramadhan 1436 Hijriah, yang kali ini adalah seorang Imam dari Kota Madinah, Arab Saudi.

“Tahun ini panitia menghadirkan seorang imam dari Madinah,” kata Nasution Ketua Panitia Ramadan Masjid Raya Pekanbaru, di Pekanbaru, Jumat (19/6/2015), lansir Antara.

Pada tahun-tahun sebelumnya panitia Masjid Raya Pekanbaru menghadirkan imam dari Palestina dan Turki untuk mengisi malam Ramadhan di masjid tertua di Kota Pekanbaru itu. Namun, ia mengatakan imam tersebut tahun ini tidak bisa keluar dari negaranya karena menghadapi masalah di negaranya.

“Hanya saja untuk Ramadhan tahun ini, imam dari negara tersebut tidak dapat hadir karena ada masalah sehingga sulit untuk keluar,” ungkapnya.

Dia mengatakan Ramadhan kali didatangkan imam dari Kota Madinah. Imam tersebut bernama Abdurrahman, yang juga adalah dosen dari salah satu universitas di Kota Madinah.

“Beliau sudah tiba di Pekanbaru sehari sebelum puasa,” katanya.

Dia mengatakan, sengaja mendatangkan imam dari luar negeri agar nuansanya berbeda, serta bertujuan untuk meningkatkan semangat para jamaah dalam melaksanakan shalat tarawih. Sebab, setiap malam imam akan membaca satu juz pada shalat tarawih sehingga pada akhir Ramadan jamaah yang setia akan khatam Alquran.

Dia mengatakan di masjid tersebut pelaksanaan shalat tarawih terdiri atas 20 rakaat ditambah shalat witir tiga rakaat. Namun, bagi jemaah yang biasa melaksanakan shalat tarawih delapan rakaat tidak dipersoalkan.

Selain shalat tarawih, ia juga mengatakan bahwa di Masjid Raya Pekanbaru tersebut akan dilaksanakan Itikaf yaitu berdiam diri di masjid bagi kaum laki-laki dan mereka akan memberikan makanan pada fakir miskin dan anak-anak yatim di hari ke-10 Ramadhan hingga akhir Ramadan.

Pelaksanaan itikaf tersebut adalah sunnah Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah pada 10 hari terakhir Ramadhan.

“Orang yang beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan akan terbebas dari dosa-dosa karena pada hari-hari itu salah satunya bertepatan dengan lailatul qadar,” katanya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...