Cina melarang Muslim Uighur berpuasa di bulan Ramadhan

67

Support Us

XINJIANG (Arrahmah.com) – Beberapa pemerintah daerah di wilayah Xinjiang Cina sedang meningkatkan kontrol terhadap Muslim Uighur menjelang Ramadhan dengan melarang mereka berpuasa.

Dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah dan website pemerintah di Xinjiang telah menerbitkan berita dan pemberitahuan resmi yang meminta kepada anggota partai, PNS, siswa dan mahasiswa serta guru pada khususnya untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, sesuatu yang terjadi juga pada tahun lalu, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Selasa (15/6/2015).

Di wilayah Jinghe yang dekat perbatasan Kazakhstan, pejabat keamanan pangan memutuskan pekan lalu bahwa mereka akan membimbing dan mendorongrestoran halal untuk tetap terbuka seperti biasa selama bulan Ramadhan, kata pemerintah di situsnya.

Akan tetapi restoran yang tetap terbuka itu akan mendapatkan pantauan dari pengawas keamanan pangan, tambahnya.

Lembaga pemerintah lainnya juga memberikan instruksi yang sama.

Kelompok Uighur dan aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa kebijakan represif pemerintah di Xinjiang, termasuk pembatasan untuk menjalankan agama, telah memicu kerusuhan.

Berita Terkait

“Cina meningkatkan larangannya dan melakukan pengawasan saat Ramadhan tiba. Muslim Uighur telah sangat dipolitisasi, dan peningkatan kontrol itu bisa menyebabkan resistensi yang tajam, ” Dilxat Raxit, juru bicara kelompok Uighur di pengasingan, Kongres Uighur Dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara pemerintah Xinjiang menolak memberi komentar terkait hal ini.

Pemerintah Cina selalu membantah bahwa mereka berusaha untuk mengekang Muslim untuk puasa, meskipun para pejabat dan para pemuda dilarang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Pada Ahad (14/6), kepala Partai Komunis Xinjiang, Zhang Chunxian, memperingatkan bahwa stabilitas di kawasan ini menghadapi “tekanan berkelanjutan” dari “ekstremis agama”.

Partai Komunis Cina mengatakan bahwa mereka melindungi kebebasan beragama, tetapi mereka melakukan kontrol ketat terhadap kegiatan keagamaan dan memungkinkan hanya bagi lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

Cina memiliki sekitar 20 juta Muslim yang tersebar di seluruh negeri, sebagian besar mereka adalah etnis Uighur, kelompok etnis yang berbicara bahasa Turki yang tinggal di Xinjiang.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Iklan