Penyelidikan terhadap penembakan anak-anak di pantai Gaza ditutup, orang tua korban marah

131

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Keluarga dari empat anak Palestina yang terbunuh ketika “Israel” membom pantai selama perang Gaza musim panas lalu menjadi marah atas penutupan penyelidikan insiden tersebut.

Militer “Israel”, yang meluncurkan penyelidikan setelah 50 hari perang Juli-Agustus berakhir, mengumumkan pada Kamis malam (11/6) bahwa serangan “tragis” yang disaksikan oleh beberapa wartawan asing itu tidak melanggar hukum internasional, dan menyatakan menutup kasus ini.

Ini adalah salah satu insiden yang paling banyak dibahas dan menjadi berita utama di media internasional, termasuk koresponden AFP, yang duduk di luar ruangan yang sangat dekat dengan pantai pada saat serangan itu terjadi.

“”Israel” berperilaku seolah-olah dia adalah negara di atas hukum internasional,” Zakaria Bakar, paman dari anak-anak yang meninggal itu, mengatakan kepada AFP.

“Kami mendesak masyarakat internasional bertindak serius untuk menghentikan sandiwara ini,” katanya, mengacu pada beberapa penyelidikan militer terhadap dugaan pelanggaran selama konflik antara “Israel” dan Hamas.

Pada tanggal 16 Juli, bersepupu Ahed Atef Bakar dan Zakaria Ahed Bakar, keduanya berusia 10 tahun, Muhammad Ramez Bakar (9), dan Ismail Muhammad Bakr, (10), sedang bermain di pantai di Kota Gaza ketika mereka terkena dua serangan udara.

Insiden tersebut merupakan diantara beberapa insiden yang kemungkinan besar akan diajukan oleh Palestina kepada Mahkamah Pidana Internasional sebagai bukti dugaan kejahatan perang “Israel”.

Berita Terkait

Tapi militer “Israel” mengatakan dalam laporannya bahwa mereka telah memutuskan untuk menutup file penyelidikan, dengan tidak adanya kecurigaan sehubungan dengan komisi tindak pidana oleh tentara IDF (Israel Defense Forces).”

Laporan itu mengatakan babhwa “serangan itu ditujukan kepada angkatan laut Hamas,” dan bahwa mereka “tidak mengidentifikasi, di setiap titik dalam insiden itu, sebagai anak-anak.”

Wartawan Barat yang menyaksikan insiden tersebut dan melihat akibat yang ditimbukan dari serangan itu, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa anak-anak itu telah bermain di daerah pantai, yang secara jelas tidak terpisah dari warga sipil.

“Anak-anak itu benar-benar jelas … dari sosok yang berlarian terlihat jelas bahwa mereka adalah anak-anak,” kata salah seorang wartawan.

“Mereka semua sangat, sangat kecil.”

Militer “Israel” mengatakan bahwa itu berdasarkan penyelidikan atas kesaksian yang diberikan oleh tentara dan petugas, rekaman media dan dokumen lainnya, tapi tidak mampu mengambil keterangan saksi langsung dari warga Gaza karena saksi menolak untuk bertemu.

Salah seorang wartawan Barat mengatakan bahwa ia telah merelakan dirinya untuk menjadi saksi bagi seorang pejabat senior IDF, tapi dia tidak pernah dihubungi.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

FPI: Habib Rizieq Diizinkan Pulang Dari RS Ummi Bogor Karena Sehat Wal Afiat

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar SH, membantah hoax yang beredar bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) kabur dari RS Ummi Bogor, Jawa Barat. "Berita dan informasi itu muncul dari pihak-pihak dan…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Iklan