Berita Dunia Islam Terdepan

Dua remaja Suriah diculik dan dieksekusi oleh milisi Syi'ah Shabiha di Homs

102

Support Us

HOMS (Arrahmah.com) – Aktivis lokal mengatakan penculikan dan pembunuhan kembali terjadi di kota Homs ketika tiga mayat, dua anak laki-laki dan seorang perempuan ditemukan minggu lalu dengan tanda-tanda penyiksaan dan pemotongan.

Aktivis melaporkan bahwa jenazah dua anak laki-laki bersaudara yang berumur sekitar 15 tahun, ditemukan di dekat pemukiman mayoritas Alawiyah di al-Nuzha di Homs, lansir Zaman Alwasl pada Selasa (27/5/2015).

Pada 21 Mei 2015, beberapa orang diculik ketika mereka tengah berjalan di depan sebuah universitas, ujar saksi mata.

Jawal al-Faori, seorang aktivis Suriah mengatakan bahwa seorang remaja yang menyaksikan penculikan tersebut bercerita mengenai mobil yang berhenti di samping dua anak laki-laki, pengemudi berpura-pura menanyakan alamat, kemudian empat orang keluar dari mobil tersebut dan menyeret paksa dua anak laki-laki yang menjadi korban.

Al-Faori melanjutkan, mobil melaju dengan sangat cepat, hari berikutnya dua anak laki-laki tersebut telah menjadi mayat, mereka dibuang di sisi pemukima Nazha. Tubuh mereka menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan pembunuhan kejam meskipun usia
mereka terbilang masih belia.

Aktivis setempat menduga bahwa milisi sekutu rezim Nushairiyah yang dikenal dengan sebutan Shabiha, bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut karena kejahatan terjadi di lingkungan yang setia kepada rezim dan semua rute antara Nazha dan Shammas dikendalikan oleh rezim. Dia menambahkan bahwa pasukan rezim dapat memfasilitasi segala jenis kejahatan.

Kedua remaja tersebut adalah pengungsi dari Bab Amr dan tinggal di Shammas, mereka berpikir tinggal di sana akan lebih aman.

Al-Faori menambahkan bahwa kejahatan yag smaa dilakukan terhadap seorang gadis di hari yang sama. Jenazahnya ditemukan di dekat pemukiman Nazha. Saksi mata menyebutkan bahwa tanda-tanda penyiksaan terlihat di tubuh perempuan malang tersebut.

Kejahatan serupa meningkat tajam di lingkungan Homs, di mana orang-orang tiba-tiba menghilang dan beberapa hari kemudian jenazah mereka ditemukan di pinggir jalan dengan tanda-tanda penyiksaan atau mutilasi. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan