Muslim Inggris geram, puding darah babi dilabeli halal

129

LONDON (Arrahmah.com) – Menghadapi kemarahan dari ummat Islam, jaringan supermarket Inggris Aldi dipaksa untuk meminta maaf setelah memberikan label halal terhadap produk puding hitamnya yang mengandung unsur babi.

“Ini benar-benar keterlaluan dan saya sangat tersinggung oleh tindakan ini,” ujar Manahil Khan, salah satu pelanggan Aldi, mengatakan kepada Daily Mail, sebagaimana dilansir oleh Onislam, Ahad (17/5/2015).

Iklan

Produk tersebut, bernama Punjab Pakora Black Pudding Pakora, yang mengandung daging, darah dan kulit babi, tersedia di supermarket Aldi dengan Kode Kesehatan Inggris yang melabelinya cocok untuk ummat Islam.
Ssupermarket Aldi

“Saya cukup yakin banyak orang lain dari komunitas Muslim juga sangat tersinggung oleh hal ini.

“Ini adalah demoralisasi dan bertentangan dengan moral agama seseorang dan kitab suci dan saya berbicara atas nama setiap muslim serta manusia yang tidak layak untuk disesatkan oleh klaim palsu makanan halal atau berdusta tentang apa yang kami makan.”

Produk tersebut, bernama Punjab Pakora Black Pudding Pakora, yang mengandung daging, darah dan kulit babi, tersedia di supermarket Aldi dengan Kode Kesehatan Inggris yang melabelinya cocok untuk ummat Islam.

Pelanggan yang marah menghubungi pihak supermarket dan mendesak untuk memperbaiki kesalahan mereka.

“Mengenai Punjab Pakora Black Pudding Pakora, kami sekarang menyelidiki masalah ini dengan pemasok, yang telah memberitahukan bahwa kemasan itu secara tidak benar berlabel Halal dan masalah tersebut saat ini sedang diperbaiki,” ungkap seorang juru bicara supermarket Aldi.

“Kami mohon maaf atas kebingungan yang disebabkan oleh masalah ini,” tambahnya.

Pemilik perusahaan Punjab Pakora yang memproduksi produk itu mencoba berdalih dengan menyatakan bahwa kesalahan itu berasal seorang manajer yang bertanggung jawab atas apa yang dicetak pada label produk.

“Kesalahan terjadi ketika kami melakukan cetak kemasan, sayangnya, manajer kami gagal untuk menemukan kesalahan ini dan mendapat persetujuan untuk pencetakan,” kata Kushal & Vinita Duggal.

“Kami telah berusaha untuk memperbaiki masalah ini dan telah menghubungi para klien yang terlibat untuk menyelesaikan kasus ini.” (ameera/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah