Berita Dunia Islam Terdepan

Petani Palestina dilarang untuk mengakses lahan pertanian mereka di Qalqilya

27

Support Us

QALQILYA (Arrahmah.com) – Otoritas Zionis “Israel” telah menutup gerbang di Qalqilya utara yang digunakan oleh petani Palestina untuk mengakses tanah mereka yang berada di luar tembok apartheid selama tiga hari dimulai pada Ahad (17/5/2015)
pagi, menurut pernyataan penduduk setempat.

“Kami telah diberitahu oleh dewan kota bersama empat desa, Kafr Jammal, Kafr Zibad, Kafr Abbush dan Kafr Sur, bahwa rute utama menuju lahan pertanian kami yang berada di balik dinding melalui gerbang di desa Falamya akan ditutup oleh pendudukan ‘Israel’,” ujar seorang petani dari Kafr Jammal kepada Ma’an.

Ashraf Abd al-Rahim menambahkan bahwa para petani diberitahu mereka bisa mengakses tanah mereka melalui pintu gerbang lain di desa Jayyus. Namun, pintu gerbang Jayyus terletak beberapa kilometer ke selatan dan petani harus mengambil rute yang sangat panjang, tambahnya.

Walikota empat desa Kafr, Abd al-Ghani Murshid mengonfirmasi kepada Ma’an bahwa pasukan “Israel” akan menutup gerbang Falamya selama tiga hari dimulai pada Ahad.

Dia menambahkan bahwa petani diizinkan mengakses tanah mereka melalui gerbang Jayyus yang akan dibuka selama enam jam sehari.

Penduduk setempat mengatakan kepada Ma’an bahwa para petani dan organisasi lokal akan melakukan unjuk rasa di dekat gerbang Falamya untuk memprotes keputusan “Israel”.

Dinding pemisah yang mulai dibangun pada tahun 2003 memberikan kontribusi besar bagi “Israel” untuk mempersempit dan membatasi gerak warga Palestina di tanah miliknya sendiri. Jika telah selesai, 85 persen dari dinding akan melintas di Tepi Barat.

Pada tahun 2004, Mahkamah Internasional menyerukan “Israel” untuk menghentikan pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat yang diduduki, namun seruan ini tidak dipedulikan oleh “Israel”. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan