Berita Dunia Islam Terdepan

Shalat Ju'mat di tengah jam kerja, security Bank Danamon dipecat

109

Support Us

MEDAN (Arrahmah.com) – Seorang outsourcing security di Bank Danamon bernama Hendri Waluyo, diberhentikan dari tugasnya gegara melaksanakan Shalat Jum’at. Demikian Edisi Medan melaporkan tindakan pemecatan oleh oknum Corporate Safety Management (CSM) Bank Danamon Jl.Diponegoro Medan, M. Syaiful Azhar, Rabu (13/5/2015).

Kepada wartawan, Hendri Waluyo yang sudah 1,5 tahun bertugas di Bank Danamon menuturkan, alasan pemberhentian dirinya hanya karena melaksanakan ibadah shalat Jum’at. Ia dinilai meninggalkan tugas sebagai Danru (komandan regu). Karena itu, Hendri dikembalikan ke PT Bravo Satria Perkasa, selaku penyalur jasa security di Bank Danamon.

Hal yang membuat Hendri tidak terima adalah kata-kata Syaiful yang menurutnya “arogan”. Apalagi dia langsung diberhentikan usai melaksanakan Shalat Jum’at pada 8 Mei lalu.

“Saya sempat tanya kesalahan saya. Kalau meninggalkan tugas karena Shalat Jum’at, sudah ada yang menggantikan saya yakni Rifai, Leo Candra dan Husren. Tapi Pak Syaiful tak memberi waktu buat saya untuk sekedar bela diri,” ujarnya.

Tak sampai di situ, Syaiful memintanya mengadu kepada Tuhan. “Saya kembalikan ke PT Bravo. Disana saja kamu banyak-banyak shalat, dan mengadulah kepada Tuhan kamu,” ujar Hendri menirukan ucapan Saiful.

Sementara itu, Syaiful Azhar selaku CSM Bank Damon yang disebut-sebut sebagai eksekutor pemberhentian Hendri, membantah semua ucapan Hendri.

“Hendri lalai, meninggalkan tanggungjawab di jam rawan, terlebih dia adalah Danru. Tidak ada pemecatan, itu hanya pengembalian saja, kami terima Hendri dari PT Bravo, jadi kami kembalikan lagi ke Bravo,” ujar Syaiful membela diri.

Dia juga membantah tuduhan pemberhentian Hendri hanya karena Shalat Jumat. “Jangan kaitkan mengembalian Hendri dengan Salat Jumat. Saya Muslim, mana mungkin saya larang orang beribadah,” ujarnya dengan nada tinggi.

“Saya juga tidak ada meminta Hendri mengadu kepada Tuhan. Tapi saya bersedia minta maaf kepada Hendri dan keluarganya kalau ucapan itu ada dari mulut saya. Jika perlu saya datang ke rumahnya untuk minta maaf,” tukas Syaiful.

(adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan