Wartawan asing bebas masuk Papua, ancam keamanan NKRI

79

Support Us

JAYAPURA (Arrahmah.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan wartawan asing bebas masuk ke Papua seperti halnya ke daerah lain di Indonesia, Ahad (10/5/2015). Dia umumkan itu seusai panen raya di Wapeko, Merauke.

Pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (Nuning), menilai kebijakan Jokowi yang membebaskan wartawan asing masuk di seluruh wilayah Papua sangat berbahaya dan beresiko tinggi dari segi keamanan NKRI.

“Sisi keamanan dan pertahanan kedaulatan negara apakah baik? Belum tentu 100 persen baik,” kata Nuning dalam keterangannya, Selasa (12/5/2015), lansir Intelijen.

Menurut Nuning, Papua adalah suatu daerah yang banyak memiliki ‘hot spot area’ dengan potensi gangguan yang cukup luas.

Nuning mengingatkan, wartawan asing yang masuk ke Papua bisa saja seorang agen intelijen asing. “Jangan sampai juga masuknya media asing sebagai giat under cover intelijen asing memasuki Papua. Ini harus diwaspadai,” tegas Nuning.

Berita Terkait

Lebih lanjut Nuning meminta Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator dan institusi intelijen lain, untuk bekerja dua kali lipat dengan adanya keputusan Presiden Jokowi tersebut. Sebab, sangat sulit membedakan pencarian info untuk kebutuhan berita atau untuk data intelijen.

“Yang harus ditingkatkan perihal aparat intelijen yaitu kualitasnya bukan sekadar kuantitasnya. Aparat intelijen bukan hanya bisa memata-matai tapi juga harus piawai menangkap unsur utama keterangan untuk diolah sebagai info A1 bagi end user lalu juga mencari solusinya,” pungkas Nuning.

Sebagai informasi, ijin khusus meliput atau aktivitas jurnalistik lain diberlakukan di Papua oleh pemerintah sejak lama. Kondisi ini juga pernah diberlakukan di (saat itu) Provinsi Timor Timur.

Kematian empat jurnalis Australia pada masa-masa awal Operasi Seroja di Provinsi Timor Timur sempat menjadi ganjalan tersendiri bagi hubungan Indonesia dan Australia.

Negara Barat yang paling dekat posisinya dengan Papua dan Papua Barat adalah Australia. (azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Kementerian BUMN Libatkan Ulama NU Ceramah di Seluruh Masjid BUMN

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kementerian BUMN mengajak peran aktif para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk mengisi ceramah dan kajian di berbagai masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN. Hal tersebut dalam rangka…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Pasukan Turki menarik diri dari kota strategis di Suriah barat laut

ALEPPO (Arrahmah.com) - Dalam 72 jam terakhir, Angkatan Bersenjata Turki mulai menarik pasukan mereka dari dua wilayah penting di barat laut Suriah. Menurut laporan baru dari provinsi Aleppo, Angkatan Bersenjata Turki telah mulai menarik…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Iklan