Berita Dunia Islam Terdepan

Syiah gelar seminar "radikalisme" bersama BNPT dan MUI Jakarta Utara

171

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Polres Jakarta Utara, Syiah mengadakan seminar umum pada Sabtu (9/5/2015).

Seminar tersebut dihadiri sekitar 300 orang yang berasal dari berbagai kelompok, ormas dan tokoh masyarakat lainnya, lansir salam-online.

Seminar nasional dengan tema ‘Menangkal Radikalisme di Dunia Pendidikan’ ini diselenggarakan oleh salah satu organisasi Syiah yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, yaitu Organization of Ahlulbayt for Social support and Education (OASE) bekerjasama dengan MUI Jakarta Utara.

Acara tersebut menghadirkan empat pembicara: Muslih Nasuha (Kasubdit BNPT/Wakil Ketua PBNU), Zuhairi Misrawi (Dosen Universitas Islam Negeri Jakarta yang juga kader PDI-P), Robi Nurhadi (Sekretaris Komisi Kajian dan Litbang), Dr Zuhdi Zaini serta Jalaluddin Rakhmat (Ketua Dewan Syuro IJABI dan OASE).

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Majelis Ulama Indonesia Jakarta Utara periode 2015. Mengadakan program-program kegiatan seperti seminar sekitar soal radikalisme wabil khusus dalam dunia pendidikan. Sekaligus dalam rangka untuk memperingati hari Pendidikan Nasional,” ujar panitia saat membacakan laporan pelaksanaan acara.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Utara yang diwakili Wakasat M. Supriyanto dalam sambutannya mengungkapkan tindakan “radikalisme” atau “terorisme” di wilayah Jakarta Utara sendiri sampai saat ini belum begitu tampak, tetapi pihaknya akan terus berupaya untuk selalu bersikap waspada.

“Acara-acara seminar seperti ini, itu bagus sekali untuk membangkitkan kembali umat serta mengabarkan dan mensosialisasikan kepada umat akan ‘radikalisme’ dan ‘terorisme’,” demikian Supriyanto memberikan apresiasi.

Ketua MUI Jakarta Utara KH Ahmad Ibnu Abidin menuturkan, MUI Jakarta Utara turut memberikan sumbangsih bagi kemaslahatan umat Islam dengan melakukan seminar-seminar seperti membahas “radikalisme”.

“Setidaknya kita bisa memahami dan sebaik-baiknya kita mampu menangkal ‘radikalisme’ sebijak mungkin,” ujar Abidin.

(banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan