Berita Dunia Islam Terdepan

Kota Najran diserang Houtsi, KJRI himbau WNI bersiaga

71

Support Us

NAJRAN (Arrahmah.com) – Kota Najran, salah satu kota di Arab Saudi dihujani bom sekitar 4 sore waktu setempat, Selasa (5/5/2015). Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan darurat militer dan mematikan seluruh aliran listrik di kota tersebut.

Serangan bom tersebut diduga kuat dilakukan oleh kelompok Houthi pemberontak Yaman, dan mengakibatkan hancurnya beberapa perumahan warga sipil serta pertokoan. Demikian media independen Prosper TKI melaporkan dari Kota Najran, yang merupakan salah satu kota Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman, Rabu (6/5).

Terkait hal tersebut, Satgas KJRI Jeddah di kota Najran, Wahyudin Hasan menjelaskan bahwa, serangan bom dilakukan di daerah yang dihuni warga sipil. Insiden tersebut telah memakan korban 3 orang meninggal asal Bangladesh. Sementara itu, tidak ada korban warga Negara Indonesia.

Pemerintah kota Najran langsung mengevakuasi tahanan wanita yang berada di kota tersebut. Sementara KJRI Jeddah mengeluarkan himbauan untuk WNI atau TKI yang berada di Najran, Jizan, Abha, dan kota-kota yang berbatasan dengan Yaman sebagai berikut.

Agar tetap tenang, namun tetap waspada terhadap setiap perkembangan keamanan di sekitar tempat tinggal Anda.
Menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi sasaran serangan, seperti bandara, terminal, kantor-kantor pemerintah, pusat-pusat perbelanjaan, dan titik-titik keramaian lainnya. Janganlah keluar rumah bila tidak ada keperluan mendesak.
Selalu memantau perkembangan keamanan di sekitar kota anda melalui media massa dan mematuhi arahan pihak-pihak berwenang. Perhatikan dengan sebaik-baiknya imbauan dari pihak berwenang setempat terkait keamanan dan keselamatan diri anda bila terjadi situasi darurat.
Bila terjadi situasi mendesak atau situasi darurat, segera laporkan ke KJRI Jeddah melalui Hotline KJRI di nomor: 058 178 1945.
Salah satu WNI yang berada di perbatasan masuk kota Najran menginformasikan kepada redaksi pospertki, pada Rabu (06/05/2015), bahwa situasi kota Najran mencekam. Kali ini kami dilarang masuk ke kota Najran, dentuman bom terdengar jelas walaupun kami berada diperbatasan pintu masuk kota Najran.

Wahyudin Hasan juga menyarankan agar WNI tetap waspada.

(adibahasan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan